VIVIA MEDIA — Aktor muda Ali Fikry membagikan pengalamannya saat memerankan karakter Dino dalam film Bapakmu Kiper. Meski memiliki dasar kemampuan bermain sepak bola, Ali mengaku bahwa berakting sambil bermain bola di depan kamera tidak mudah.

Remaja kelahiran Surakarta berusia 18 tahun ini menyatakan harus menjaga konsentrasi antara teknis permainan dan kebutuhan visual film di bawah terik matahari.

"Aku baru sadar kalau main bola beneran sama main bola buat film tuh beda. Kalau main bola beneran kan ya sudah kita tinggal main saja. Kalau di film, pikiran kita terpecah; harus mikirin dialog, mikirin blocking, terus juga gerakannya harus bagus agar terlihat estetik di kamera," jelas Ali saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Riset Mengenai Budaya Tarkam

Dalam proses pendalaman peran, Ali melakukan riset mendalam mengenai dunia sepak bola antarkampung (tarkam). Ia menemukan fakta-fakta unik yang tidak ditemui dalam sepak bola profesional di stadion besar, mulai dari klenik hingga gangguan tak terduga di lapangan.

| Baca Juga: Fedi Nuril Dapat Pelajaran Soal Parenting Anak Remaja di Film 'Bapakmu Kiper'

"Aku sering lihat di sosial media, ada liga yang penontonnya bener-bener di pinggir lapangan, nggak ada kursi stadion. Ternyata di Tarkam tuh punya.budayanya sendiri, seru ya nguliknya," jelasnya.

Pengalaman tersebut makin lengkap saat ia berinteraksi langsung dengan pemain tarkam asli di lokasi syuting. Ali menyebut momen tersebut sebagai pelajaran berharga karena bisa mendengar perspektif langsung dari mereka.

"Terus ada dukun-dukunnya, terus ada lapangan yang di tengah-tengahnya ada pohon, sampai tiba-tiba lagi main ada tukang kacang lewat," ungkapnya.

Cedera dan Lapangan Tanah yang Tidak Rata

Aksi fisik yang intens di lapangan non-profesional memberikan risiko cedera bagi para pemain. Ali menceritakan kondisi lapangan yang jauh dari kata ideal, mulai dari tanah yang bergelombang hingga genangan air yang memicu kecelakaan kecil saat pengambilan gambar adegan tackle.

| Baca Juga: Pengabdi Setan 3 Resmi Masuk Produksi, Bawa Kisah ke Asal Usul Misteri

"Lecet pasti ada. Apalagi tarkam waktu itu tanah di lapangannya nggak rata. Ada yang lebih tinggi dikit, ada yang berair, terus ada adegan di-tekel apa segala macem. Ya paling lecet-lecet berdarah-darah dikit tapi masih aman sih," tuturnya.

Untuk meminimalisir risiko, tim produksi mengadakan workshop khusus sebelum syuting dimulai. Workshop ini difokuskan pada koreografi operan (passing) agar saat di lokasi syuting, para pemain sudah memahami pola gerakan yang diinginkan.

Selebrasi Spontan Memacu Andrenalin

Ali juga mencuri perhatian melalui adegan selebrasi golnya yang akrobatik. Ali mengungkapkan bahwa gerakan salto yang ia lakukan merupakan luapan adrenalin spontan.

"Kalau untuk selebrasi gol itu sebenarnya nggak ada di skrip, saya cuma pengen saja. Adrenalin saat gol, semuanya teriak-teriak, ya sudah saya lakukan saja," jelas Ali.

Aksi spontan Ali Fikry rupanya sempat membuat kru dan pemain senior merasa was-was. Sutradara Ody Harahap mengaku khawatir akan risiko cedera fisik yang bisa menghambat proses syuting.

"Kita nggak ada yang tahu dia bisa melintir-melintir begitu selebrasinya. Pesanan kita sebenarnya hanya selebrasi biasa. Begitu dia salto, kalau dari sisi saya, itu kan kalau kenapa-kenapa, 'kecengklak' (salah urat) atau cedera, ya mampus kita. Produksi bisa berhenti," ungkap Ody Harahap.

Di sela-sela waktu istirahat syuting, Ali memanfaatkan waktu untuk bertukar ilmu dengan pemain Tarkam profesional yang dilibatkan dalam film, seperti King Polo, Ia mengaku mendapatkan tips teknis yang sangat berguna, tidak hanya untuk kebutuhan film tetapi juga kemampuannya secara pribadi.

"Kita nggak bisa diem kalau break syuting, apalagi view-nya lapangan. Aku jadi belajar cara nendang biar lebih kenceng, dapet tips-tips Karena pemain Tarkam tuh selain fokus menang, mereka juga show off, bergaya," jelas Ali.

| Baca Juga: Film 'Warga Rusun 609' Hadirkan Teror Hantu Berbalut Komedi Kehidupan Bertetangga

Berkat bimbingan para pemain tersebut, Ali kini menguasai beberapa teknik freestyle sepak bola.

"Bisa belajar juggling, terus kayak rainbow flick, terus belajar nendang biar bisa keras gitu," tutupnya.

Film produksi Entelekey Media Indonesia dan Entelekey Sinema Indonesi (ESI) ini menceritakan perjalanan Dino (Ali Fikry), remaja 18 tahun yang menyimpan kemarahan mendalam pada ayahnya, Warto (Fedi Nuril), mantan jago tarkam yang juga dikenal sebagai penjudi.

Dino menganggap ayahnya sebagai penyebab kematian sang ibu, luka yang membuatnya menjaga jarak selama bertahun-tahun. Titik balik muncul ketika Dino mendapat kesempatan mengikuti Tarkam Super Cup, ajang yang bisa membuka jalannya menuju sepak bola profesional sekaligus mengubah hidupnya.

| Baca Juga: Film Horor Suanggi: John Yewen Jadi Pastor, Wujudkan Cita-cita Mendiang Ibu

Namun jelang babak final, tim andalan Dino justru direbut pihak lain, memaksa Warto turun tangan membentuk tim baru berisi para pemain senior dengan segala keterbatasan mereka.

Film ini disutradarai Ody Harahap, naskah ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Selain Fedi Nuril, dan Ali fikry, Bapakmu Kiper menghadirkan Tanta Ginting, Augie Fantinus, dan pria yang dijuluki Raja Tarkam, King Polo. Bapakmu Kiper tayang serentak di bioskop mulai 3 September 2026. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: