Sineas Indonesia Berduka, Sutradara-Penulis Skenario Ida Farida Berpulang
Dari pencatat skrip menjadi sutradara
Ida Farida pertama kali masuk produksi film sebagai script girl dalam Melawan Badai (1974).
Ida pernah menjadi asisten sutradara, antara lain Jangan Menangis Mama (1977), sebelum akhirnya dipercaya menyutradarai filmnya sendiri.
| Baca Juga: Pemeran Ikonik Pennywise 'IT', Tim Curry Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
Film pertamanya sebagai sutradara adalah Guruku Cantik Sekali (1979). Ini bukan sekadar debut biasa. Ida membangun kariernya pada suatu masa ketika kursi sutradara film Indonesia masih didominasi laki-laki.
Ia sering merangkap sebagai penulis skenario film-film yang disutradarainya sendiri. Indonesian Film Center mencatat pola itu dalam banyak karya Ida.
Ida juga telah menghasilkan puluhan judul sinetron pada era 1990-an. Salah satunya Aku Mau Hidup, yang mengantarkan Meriam Bellina memperoleh penghargaan di FSI 1994. Sinetron fenomenal Si Doel Anak Sekolahan juga pernah disutradarai oleh Ida Farida.
Ida juga pernah menggarap film di Malaysia selama empat tahun. Di sana ia menyutradarai Suara Kekasih, dibintangi Fauziah Ahmad Daud dan Azmil Mustapha. (*)







