Cerita Shenina Cinnamon Rawat Anak Pertama Bersama Sang Suami Angga Yunanda
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleIa menambahkan, kasih sayangnya kepada anak sulit ia jelaskan dengan kata-kata.
Setiap proses yang ia jalani sebagai ibu baru, termasuk hal-hal sederhana seperti belajar pelekatan saat menyusui, ia nikmati sepenuhnya.
Shenina juga mengaku belajar banyak soal pentingnya istirahat sejak memiliki anak. Kebiasaan begadang yang dulu lekat dengan pekerjaannya kini ia tinggalkan demi memberi tubuh waktu pemulihan. “Ternyata tidur itu penting,” katanya singkat.
Ia dan Angga bahkan menerapkan sistem bergantian saat salah satu dari mereka merasa lelah mengurus anak.
“Kalau capek dimengerti, akhirnya kita tidur, kita istirahat. Kita gantian shift istilahnya,” ujarnya.
Dukungan dari orang terdekat, termasuk bantuan mengurus anak di rumah, turut membuat masa awal menjadi ibu terasa lebih ringan bagi Shenina. Baginya, menerima bantuan bukan berarti mengurangi peran sebagai orang tua.
| Baca Juga: Serius Tekuni Lari, Shanada Jzen Maknai Sebagai Sarana Disiplin dan Komitmen Diri
Soal perubahan suasana hati usai melahirkan, Shenina mengaku mengalami mood swing biasa, namun tidak menganggapnya sebagai baby blues.
“Aku tidak mengerti kategori baby blues seperti apa. Tapi so far setiap ada keluh kesah yang gimana-gimana, buat aku sih itu bukan baby blues. Emang cuma kayak mood swing biasa aja,” jelasnya.
Harapan Shenina untuk anaknya sederhana. Ia tidak menuntut pencapaian besar, hanya berharap Segara tumbuh menjadi pribadi yang baik dengan orang tua yang selalu mendukung di belakangnya.
“Yang penting dia akan menjadi anak yang baik ke depannya. Segala prosesnya akan aku selalu dukung,” tutup Shenina. (*)







