Cerita Shenina Cinnamon Rawat Anak Pertama Bersama Sang Suami Angga Yunanda
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Kehadiran Segara Nadi Aksatama, putra pertama Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda yang lahir pada 7 Juli 2026, membawa babak baru dalam rumah tangga keduanya. Bukan hanya soal rutinitas yang berubah total, tapi juga cara Shenina melihat sosok suaminya dari sisi yang belum pernah ia kenal sebelumnya, yakni sebagai seorang ayah.
Di sela kegiatan Mothercare launch diapers di Senayan City, Jakarta, Jumat (3/9/2026), Shenina bercerita bagaimana kebersamaannya dengan Angga dalam mengasuh anak justru membuat rasa sayangnya kepada sang suami makin bertambah.
“Aku makin sayang sama suami dan aku bisa melihat dia sebagai ayah yang sangat baik. Karena Angga itu tipikal yang juga mau turun tangan untuk mengurus,” ungkap Shenina.
Pengasuhan Segara dijalani keduanya tanpa pembagian tugas yang kaku. Ketika Shenina sibuk menyusui, Angga mengambil alih pekerjaan lain yang berkaitan dengan kebutuhan anak. Semua dikerjakan bersama, saling melengkapi satu sama lain.
| Baca Juga: Ardina Rasti Tak Ingin Kecolongan Mendampingi Masa Golden Age Anak
“Semuanya dibantu, semuanya bareng-bareng. Enjoy,” katanya.
Salah satu tugas yang paling sering dipegang Angga adalah mengganti popok. Ia juga disebut lebih telaten saat menyuapi anak makan dibanding Shenina sendiri.
“Pokoknya ganti popok aja Angga yang gantiin. Dia lebih jago makan kayaknya dari aku. Dia lebih kayak satu-satu,” tutur Shenina.
Kerja sama itu membuat perjalanan menjadi orang tua terasa ringan bagi Shenina. Baginya, mengasuh anak bukan tanggung jawab yang harus dipikul sendirian, melainkan pengalaman yang dijalani berdua dengan Angga.
| Baca Juga: Meski Punya Babysitter, Syahrini Tetap Urus Anak Sepenuhnya Sendiri
Selain kebersamaan dengan suami, Shenina juga menemukan makna baru soal waktu sejak menjadi ibu. Ia mengaku kini lebih memilih menghabiskan waktu di rumah bersama anak dibanding beraktivitas di luar seperti sebelumnya.
“Semakin merasa waktu itu sangat berharga buat aku. Karena pengennya ketemu sama anak terus. Datang ke event sebentar aja rasanya kangen dan pengennya dekat sama anak terus,” ujar perempuan kelahiran Jakarta, 1 Februari 1999 itu.
Ia menambahkan, kasih sayangnya kepada anak sulit ia jelaskan dengan kata-kata.
Setiap proses yang ia jalani sebagai ibu baru, termasuk hal-hal sederhana seperti belajar pelekatan saat menyusui, ia nikmati sepenuhnya.
Shenina juga mengaku belajar banyak soal pentingnya istirahat sejak memiliki anak. Kebiasaan begadang yang dulu lekat dengan pekerjaannya kini ia tinggalkan demi memberi tubuh waktu pemulihan. “Ternyata tidur itu penting,” katanya singkat.
Ia dan Angga bahkan menerapkan sistem bergantian saat salah satu dari mereka merasa lelah mengurus anak.
“Kalau capek dimengerti, akhirnya kita tidur, kita istirahat. Kita gantian shift istilahnya,” ujarnya.
Dukungan dari orang terdekat, termasuk bantuan mengurus anak di rumah, turut membuat masa awal menjadi ibu terasa lebih ringan bagi Shenina. Baginya, menerima bantuan bukan berarti mengurangi peran sebagai orang tua.
| Baca Juga: Serius Tekuni Lari, Shanada Jzen Maknai Sebagai Sarana Disiplin dan Komitmen Diri
Soal perubahan suasana hati usai melahirkan, Shenina mengaku mengalami mood swing biasa, namun tidak menganggapnya sebagai baby blues.
“Aku tidak mengerti kategori baby blues seperti apa. Tapi so far setiap ada keluh kesah yang gimana-gimana, buat aku sih itu bukan baby blues. Emang cuma kayak mood swing biasa aja,” jelasnya.
Harapan Shenina untuk anaknya sederhana. Ia tidak menuntut pencapaian besar, hanya berharap Segara tumbuh menjadi pribadi yang baik dengan orang tua yang selalu mendukung di belakangnya.
“Yang penting dia akan menjadi anak yang baik ke depannya. Segala prosesnya akan aku selalu dukung,” tutup Shenina. (*)







