Najwa Shihab: AI Bisa Bikin Kita Cepat Dapat Jawaban, Tapi Belum Tentu Paham
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleNajwa menyebut tiga hal yang menurutnya tidak boleh diserahkan kepada AI, yakni nilai, pertimbangan, dan tanggung jawab.
Teknologi bisa menunjukkan cara paling efektif untuk melakukan sesuatu, tetapi manusia tetap harus menentukan apa yang seharusnya dilakukan.
| Baca Juga: Tak Harus Mahal, Begini Cara Cerdas Memilih Barang Premium di E-Commerce
Perbedaan antara apa yang bisa dilakukan dan apa yang sebaiknya dilakukan itulah yang menjadi batas penting antara kemampuan mesin dan tanggung jawab manusia.
Sikapnya terhadap AI sendiri bukan penolakan, melainkan “cautiously optimistic”.
Teknologi dapat memperbesar pengetahuan dan kreativitas, tapi juga bisa memperbesar prasangka, manipulasi, dan ketimpangan. Karena itu, kuncinya terletak pada pilihan manusia soal apa yang ingin diperbesar oleh teknologi.
Soal anak-anak, Najwa menyinggung kebijakan pembatasan AI di sekolah hingga kelas 8 di New York dan langkah serupa di Los Angeles. Baginya, anak perlu lebih dulu membangun kemampuan berpikir mandiri lewat membaca, berdiskusi, dan berdebat, sebelum diperkenalkan pada AI sebagai alat bantu.
| Baca Juga: Dari Kehilangan Kerja Jadi Konten: Kisah Keluarga SaDhis Membangun Keseimbangan
Di penghujung perbincangan, Najwa mengajak manusia untuk tidak malu dengan keterbatasannya. Ia mencontohkan kemampuan melupakan, yang bagi mesin dianggap kekurangan, justru menjadi kekuatan manusia untuk bisa memaafkan dan melanjutkan hidup.
“Bayangkan kalau manusia tidak bisa melupakan. Kita akan terus mengingat setiap kesalahan, setiap kegagalan, bahkan setiap kehilangan dengan begitu jelas,” katanya.
Bagi Najwa, tantangan terbesar di era AI bukan soal menjadi lebih pintar dari mesin, melainkan memastikan manusia tidak kehilangan hal-hal yang membuatnya tetap manusia. (*)







