Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Film bergenre drama religi 'Ibadah dan Cinta' siap meramaikan dunia perfilman Indonesia. Film ini merupakan kolaborasi terbaru dari dua rumah produksi, Multi Buana Kreasindo (MBK) dan Sinemata Productions, dengan menampilkan duet akting Achmad Megantara dan Indah Permatasari sebagai pemeran utama.

Menariknya, selain di Jakarta, film ini juga akan menampilkan sisi apik kota Melbourne, Australia. Sutradara Jastis Arimba menjelaskan, pengambilan gambar yang berlangsung selama 10 hari disana diwarnai kendala cuaca, mulai dingin yang ekstrem hingga hujan yang deras.

Jastis Arimba mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian syuting di Australia telah direncanakan secara matang dan berizin resmi (by permit). Tim produksi turut bekerja sama dengan fixer lokal yang merupakan warga negara setempat asal Indonesia dengan rekam jejak menangani proyek film internasional.

“Alhamdulillah, tim produksi kita sangat maksimal. Apalagi, kami bekerja sama dengan fixer di sana yang sudah berpengalaman menangani produksi film di luar negeri. Jadi seluruh prosesnya berjalan resmi by permit,” kata Jastis Arimba saat media visit ke redaksi Vivia Media di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

| Baca Juga: Nadzira Shafa Ubah Naskah 'Ibadah dan Cinta' Jadi Novel Sekaligus Lagu

Jastis melanjutkan, dari total sepuluh hari di Melbourne, tujuh hari dialokasikan khusus untuk syuting efektif, sementara sisanya digunakan untuk mobilisasi antar wilayah. Lokasi pengambilan gambar dilakukan diberbagai spot menarik, mulai kawasan metropolitan Melbourne, pesisir 12 Apostles, hingga pedesaan di Grampians.

Tantangan Cuaca

Tantangan terberat selama produksi adalah kondisi cuaca musim dingin (winter) pada bulan Agustus dengan temperatur rata-rata 8 hingga 10 derajat Celsius. Faktor hembusan angin kencang (wind chill) membuat udara terasa jauh lebih menusuk, terutama saat pengambilan adegan yang dilakukan di dermaga Sungai Yarra (Yarra River) sekitar pukul 09.00 pagi.

Achmad Megantara menyampaikan pengalamannya saat syuting dengan cuaca sangat dingin. Namun sebagai aktor dia punya tanggung jawab memberikan akting yang natural. Penonton tidak melihat proses di balik layarnya melainkan hanya melihat hasil akhirnya yang bagus di layar.

“Itu syutingnya pagi-pagi, sekitar jam 9 pagi, dan anginnya sangat kencang dan dingin sekali. Sebenarnya mau ada matahari atau tidak, rasa dinginnya tetap sama menusuknya. Anginnya itu menusuk sampai ke tulang,” kenang Megantara.

| Baca Juga: Film Musikal 'Iyus Jenius' Hadirkan Kisah Petualangan Anak, Tribute Bagi Papa T Bob

Hambatan cuaca kembali menguji tim saat syuting adegan pembuka (opening) di Hosier Lane, gang mural dan grafiti terkenal di Melbourne. Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 17.00 hingga 21.30 waktu setempat memaksa tim menunda jadwal hingga baru bisa merekam adegan pada pukul 22.30 dan tuntas pukul 02.00 dini hari.

1 2 3

Tags: