Cerita di Balik Kekompakan MARBLES, Girl Group Indonesia yang Baru Debut
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleSisi personal masing-masing anggota juga terlihat lewat obrolan ringan soal wewangian favorit. Kyka menyukai aroma Ube Basque yang manis dan creamy, mencerminkan dirinya yang santai.
"Mine is Ube Basque, and it has this sweet, creamy, and some vanilla in it. I think it gives you this feeling of relaxation, which I'm a very chill person, I guess," ujarnya.
| Baca Juga: Lea Simanjuntak Comeback Usai 7 Tahun, Curhat soal Lelah dan Kehilangan Arah
Daniella memilih Matcha Mochi, selaras dengan kesehariannya yang dekat dengan yoga dan meditasi. Sementara Tiffany menyukai Coffee Cloud meski mengaku tak minum kopi sama sekali, pilihan yang menurutnya mencerminkan sisi dirinya yang selalu "melek" dan bersemangat.
MARBLES juga menyebut nama Cherrybelle dan Nona sebagai kelompok yang membuka jalan bagi girl group di Indonesia.
Namun mereka tidak ingin menggantikan generasi sebelumnya, melainkan meneruskan perjalanan dengan cerita sendiri.
"Kita bukan girl group yang pertama, tapi kita mau meninggalkan jejak yang impactful. And also make a new legacy," kata mereka.
| Baca Juga: Instagram Uan Kaisar Hilang Usai Juicy Luicy Batal Tampil di Batam, Ada Apa?
Sejak debut, MARBLES terus bergerak, dari 'Hompimpa', 'Catch Me', hingga tampil di The Sounds Project Vol. 9 membawakan materi baru berjudul "Aku 'dah cape menunggu".
Identitas mereka masih terus dibentuk, namun satu hal terlihat jelas: kelima personel ini sedang menemukan suara masing-masing sembari tetap menjaga kekompakan sebagai satu kelompok. (*)







