Cerita di Balik Kekompakan MARBLES, Girl Group Indonesia yang Baru Debut
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — MARBLES, girl group baru Tanah Air, resmi debut di tahun ini lewat dua single yang dirilis terpisah, 'Hompimpa' dan 'Catch Me'. Di balik dua lagu tersebut, lima personelnya, Daniella Tumiwa, Beverly Suryadinata, Tiffany Idanawang, Kyka Amara, dan Quilla Maleeka, perlahan memperlihatkan siapa diri mereka sebenarnya.
Tiffany, yang menjabat sebagai leader, menjelaskan alasan di balik pemilihan judul 'Hompimpa', yang dirilis 12 Juni 2026. Menurutnya, permainan tradisional itu diangkat bukan sekadar nostalgia, melainkan diberi makna baru soal keberanian menentukan pilihan sendiri.
"Hompimpa kan secara etimologi artinya dari Tuhan kembali ke Tuhan, Alaihum gambreng itu mari kita bermain. Tapi kalau secara lagu, ini lebih ke empowerment juga tentang confidence," ujar Tiffany saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Daniella menambahkan pesan tersebut dari sisi yang lebih personal, bahwa kepercayaan diri tidak menghalangi mereka untuk tetap kompak sebagai satu kelompok.
| Baca Juga: Batal Terbang ke Lampung, King Nassar Manggung Virtual Gegara Abu Vulkanik
"Confident in our own skin, in our own ways, tapi tetap mainnya bareng," katanya.
Jika 'Hompimpa' membawa semangat bermain, lagu 'Catch Me' yang dirilis pada 12 Agustus 2026 bergerak ke cerita yang lebih personal tentang ketertarikan dan keraguan. Lagu ini juga menyisipkan unsur lokal lewat perpaduan hip-hop dan dangdut, kata "lieur" dalam bahasa Sunda, serta koreografi yang terinspirasi tari Jaipong.
Kedekatan kelima personel terbentuk dari rutinitas latihan harian. Namun, relasi mereka bukan tanpa gesekan. "Kita lewat latihan sih," kata Quilla.
Tiffany menimpali, "Karena setiap hari ketemu, jadi otomatis bonding sendiri."
| Baca Juga: Fan Meeting TOP eks BIGBANG di Jakarta Batal H-9, Kenapa?
Daniella bahkan mengakui perselisihan turut membentuk kedekatan mereka.
"Also lewat berantem juga sih. Apalagi kita berlima perempuan semua digabungin jadi satu grup. Tapi dari situ bisa tambah tahu isi pikiran masing-masing, dan jadi tambah dekat," ujarnya.
Sisi personal masing-masing anggota juga terlihat lewat obrolan ringan soal wewangian favorit. Kyka menyukai aroma Ube Basque yang manis dan creamy, mencerminkan dirinya yang santai.
"Mine is Ube Basque, and it has this sweet, creamy, and some vanilla in it. I think it gives you this feeling of relaxation, which I'm a very chill person, I guess," ujarnya.
| Baca Juga: Lea Simanjuntak Comeback Usai 7 Tahun, Curhat soal Lelah dan Kehilangan Arah
Daniella memilih Matcha Mochi, selaras dengan kesehariannya yang dekat dengan yoga dan meditasi. Sementara Tiffany menyukai Coffee Cloud meski mengaku tak minum kopi sama sekali, pilihan yang menurutnya mencerminkan sisi dirinya yang selalu "melek" dan bersemangat.
MARBLES juga menyebut nama Cherrybelle dan Nona sebagai kelompok yang membuka jalan bagi girl group di Indonesia.
Namun mereka tidak ingin menggantikan generasi sebelumnya, melainkan meneruskan perjalanan dengan cerita sendiri.
"Kita bukan girl group yang pertama, tapi kita mau meninggalkan jejak yang impactful. And also make a new legacy," kata mereka.
| Baca Juga: Instagram Uan Kaisar Hilang Usai Juicy Luicy Batal Tampil di Batam, Ada Apa?
Sejak debut, MARBLES terus bergerak, dari 'Hompimpa', 'Catch Me', hingga tampil di The Sounds Project Vol. 9 membawakan materi baru berjudul "Aku 'dah cape menunggu".
Identitas mereka masih terus dibentuk, namun satu hal terlihat jelas: kelima personel ini sedang menemukan suara masing-masing sembari tetap menjaga kekompakan sebagai satu kelompok. (*)







