Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Teror dalam film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tidak lagi berhenti pada satu keluarga. Sekuel film horor eksorsisme tersebut membawa ancaman baru melalui Rephaim, entitas kuno yang disebut memiliki kekuatan jauh lebih besar dibandingkan teror yang dihadapi pada film sebelumnya.

Sosok Rephaim diperlihatkan untuk pertama kalinya melalui trailer resmi yang dirilis Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment. Kehadirannya berkaitan dengan Fallen Angels yang berusaha memengaruhi manusia untuk membuat perjanjian darah dengan imbalan nyawa.

Salah satu manusia yang menjadi bagian dari teror tersebut adalah Daniel, karakter yang diperankan Venly Arauna. Tubuh Daniel menjadi tempat bersemayamnya entitas kuno tersebut. Dari sini, masalah yang dihadapi tidak lagi menyangkut keselamatan satu keluarga, tetapi mulai mengancam wilayah yang lebih luas.

Kondisi itu kembali mempertemukan penonton dengan Romo Rendra dan Romo Thomas yang diperankan Lukman Sardi dan Jerome Kurnia. Keduanya harus menjalankan ritual eksorsisme ketika berhadapan dengan kekuatan yang memiliki tingkat ancaman berbeda dari pengalaman mereka sebelumnya.

| Baca Juga: Teaser Animasi Timun Mas Dipuji, Visual Buatan Tangan Anak Bangsa Tanpa AI

Bagi Romo Rendra, persoalan kali ini juga menyentuh sisi spiritualnya. Lukman Sardi mengatakan seorang imam eksorsis tidak hanya perlu memahami ritual, tetapi juga harus mempersiapkan kondisi rohaninya.

“Dalam Gereja Katolik, seorang imam eksorsis dituntut mempersiapkan diri secara rohani melalui Sakramen Rekonsiliasi (pengakuan dosa). Kuasa pembebasan berasal dari Kristus, namun disposisi batin dan kesucian hidup sang imam juga sangat penting. Keterbukaan dan kebersihan jiwa sang imam menjadi sarana yang baik untuk efektivitas tindakan eksorsis,” ujar Lukman Sardi.

Sementara itu, hubungan antara Romo Rendra dan Romo Thomas kembali mendapat tekanan. Jerome Kurnia mengungkapkan, ketika Rendra mulai kehilangan keyakinan, Thomas justru harus mengambil posisi yang lebih kuat.

Namun, keyakinan tersebut juga dapat berubah menjadi kelemahan apabila terlalu bergantung pada kemampuan diri sendiri.

| Baca Juga: Baim Wong Bawa Film Garapannya Masuk Empat Nominasi Cinemag Magz

“Ketika Romo Rendra mulai goyah, Romo Thomas justru harus berdiri paling teguh. Tapi keyakinan yang terlalu besar pada diri sendiri bisa menjadi batu sandungannya,” ujar Jerome Kurnia.

Sutradara Rizal Mantovani menyebut cerita dalam film kedua ini memiliki cakupan yang lebih luas. Jika sebelumnya ancaman terasa lebih dekat dengan karakter dan keluarga tertentu, kali ini dampaknya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

“Di sekuelnya, skala ceritanya jauh lebih besar. Film ini tidak hanya berpusat pada satu keluarga, namun juga berdampak pada seluruh wilayah. Taruhannya bukan satu nyawa, tapi banyak,” ujar Rizal Mantovani.

Di balik sosok Rephaim, terdapat konsep karakter yang dirancang oleh produser Robert Ronny dengan inspirasi dari sineas sekaligus sahabatnya, Monty Tiwa. Rephaim menjadi salah satu elemen penting dalam cerita yang membawa tema tentang perjanjian manusia dengan kekuatan gelap.

| Baca Juga: Aghniny Haque Harus Bicara Lewat Bahasa Isyarat di Film Khadam

Robert Ronny mengatakan film ini juga mengangkat gagasan tentang manusia yang pernah menjauh dari Tuhan. Menurut dia, pilihan dan kesalahan manusia dapat membawa konsekuensi, tetapi masih ada kesempatan untuk kembali.

“Fallen Angels selalu mencoba mempengaruhi manusia untuk membuat perjanjian darah dengan imbalan jiwa mereka. Yang ingin kami angkat di film ini adalah: meskipun manusia telah berdosa dan meninggalkan Tuhan, Tuhan selalu setia. Selama kita masih mau kembali kepada-Nya, Tuhan akan tetap menerima kita dan memberikan berkat serta perlindungan-Nya,” ujar Robert Ronny.

Selain menghadirkan cerita dengan cakupan lebih besar, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga disiapkan dalam format IMAX. Film ini menjadi film Indonesia kelima yang mendapat penayangan dalam format tersebut.

Pengalaman menonton juga diperluas melalui format Magnify 8 di Cinépolis. Teknologi tersebut menggunakan kursi dengan sistem getaran serta pengeras suara bass untuk memberikan efek fisik yang mengikuti suara dan adegan dalam film.

Film yang disutradarai Rizal Mantovani dengan sinematografi Yadi Sugandi ini ditulis oleh Robert Ronny dan Andri Cahyadi. Robert Ronny dan Prima Taufik bertindak sebagai produser, sedangkan Andi Boediman menjadi produser eksekutif.

Selain Lukman Sardi, Jerome Kurnia, dan Venly Arauna, film ini turut dibintangi Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: