Teaser Animasi Timun Mas Dipuji, Visual Buatan Tangan Anak Bangsa Tanpa AI
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Kisah Timun Mas yang selama ini dikenal sebagai cerita tentang gadis yang dikejar Buto Ijo kini mendapat wajah baru.
Timun Mas dan Tenun Takdir kembali mencuri perhatian setelah teaser terbarunya memperlihatkan visual sinematik yang membuat banyak penonton penasaran.
Yang menarik, daya tarik proyek ini bukan cuma soal tampilannya. Kreator sekaligus sutradara Andrey Pratama menegaskan bahwa animasi tersebut merupakan hasil kolaborasi insan kreatif Indonesia dan dibuat tanpa bantuan AI.
Teaser Timun Mas Tampilkan Kejar-kejaran dengan Buto Ijo
Teaser memperlihatkan Kana, karakter utama dalam versi baru ini, yang harus berhadapan dengan Buto Ijo di tengah hutan. Adegan kejar-kejaran menjadi salah satu bagian yang paling mencuri perhatian.
| Baca Juga: Kisah Nyata Film ‘Baby Udon’: Perjalanan Cinta Emosional Bos Marugame Indonesia dengan Seorang Kasir
Kana terlihat bergerak lincah sambil memanfaatkan benih ajaib untuk menghadang sang raksasa. Visual hutan, karakter, efek tanaman, hingga pergerakan kamera membuat cerita rakyat yang sudah familiar terasa lebih cinematic.
Proyek ini dikembangkan oleh Imagimata, studio kreatif asal Jakarta yang juga menggarap berbagai karya animasi dan visual untuk proyek internasional.
Di situs resminya, Timun Mas dan Tenun Takdir tercatat sebagai salah satu original IP mereka.
Dibuat Tanpa AI, Semua Berasal dari Kreator Lokal
Hal yang harus tahu, Andrey menyebut karya ini sebagai persembahan murni dari tangan anak bangsa. Tim juga memperlihatkan proses pengerjaan berbagai elemen animasi, mulai dari karakter, animasi hingga efek visual.
| Baca Juga: Iyus Jenius Tayang Hari Ini, Gandhi Fernando Dobrak Dominasi Film Horor dengan Genre Anak
Pendekatan ini menjadi cukup menarik di tengah semakin seringnya teknologi AI digunakan dalam industri kreatif.
Timun Mas justru ingin menunjukkan seberapa jauh seniman dan animator lokal bisa membawa cerita Nusantara dengan kemampuan mereka sendiri.
1 2







