Sering Bersembunyi dan Mengeong? Kenali Tanda-Tanda Kucing Stres
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Kucing memang dikenal suka mencari tempat tenang, tetapi bagaimana jika mereka lebih sering bersembunyi, mengeong tanpa henti, atau mendadak menjauh?
Perubahan seperti itu jangan dianggap sebagai tingkah biasa. Bisa jadi, kucing sedang menghadapi stres atau merasa tidak nyaman.
Menariknya, kucing termasuk hewan yang cukup pandai menyembunyikan rasa sakit maupun ketidaknyamanan. Karena itu, perubahan kecil dari kebiasaan hariannya justru perlu diperhatikan.
Tanda Kucing Sedang Stres
Dilansir dari PetMD, stres pada kucing dapat terlihat melalui perubahan perilaku, nafsu makan, perawatan kucing, hingga kebiasaan menggunakan litter box. Beberapa tandanya meliputi:
| Baca Juga: Cerita Margareta, Teman Maliya Finda, Pendaki yang Meninggal di Gunung Piramid
1. Lebih sering bersembunyi, terutama jika sebelumnya termasuk kucing yang aktif dan mudah berinteraksi.
2. Mengeong lebih sering atau berbeda dari biasanya. Suara mengeong, meraung, mendesis, hingga menggeram bisa menjadi bentuk komunikasi ketika kucing merasa terancam atau tidak nyaman.
3. Mendadak agresif, seperti mencakar, menggigit, mendesis, atau menyerang.
4. Terlalu sering grooming sampai bulu menipis atau kulit mengalami iritasi.
| Baca Juga: Sempat Hilang 3 Hari, Kucing Inul Daratista Ternyata Terjebak di Lemari
5. Nafsu makan dan minum berubah, termasuk menjadi malas makan.
6. Lebih banyak tidur dan kurang tertarik bermain.
7. Buang air di luar litter box, padahal sebelumnya tidak pernah melakukannya.
8. Bahasa tubuh juga bisa menjadi petunjuk. Kucing yang stres dapat terlihat membungkuk dengan tubuh tegang, telinga mengarah ke samping atau belakang, pupil melebar, dan ekor menempel dekat tubuh.
| Baca Juga: Kenapa Kucing Bisa Menemukan Jalan Pulang? Ini Rahasia Kemampuan Navigasinya
Apa yang Membuat Kucing Gampang Stres?
Perlu diketahui, pemicunya tidak selalu sesuatu yang besar. Kucing sensitif terhadap perubahan kecil di lingkungannya.
Beberapa hal yang berpotensi membuatnya stres antara lain:
1. pindah rumah atau mengubah susunan furnitur
2. kedatangan orang atau hewan baru
3. perubahan jadwal makan dan aktivitas
4. suara keras atau lingkungan yang terlalu ramai
5. tinggal bersama banyak kucing tanpa sumber daya yang cukup
6. litter box kotor atau sulit diakses
7. terlalu sering digendong atau disentuh ketika tidak menginginkannya
8. Kucing juga cenderung menyukai lingkungan yang dapat diprediksi. Perubahan rutinitas dan aroma rumah bahkan bisa membuat sebagian kucing merasa tidak aman.
| Baca Juga: Jangan Sembarangan, ini Lokasi Terbaik Meletakkan Kotak Pasir untuk BAB Kucing
Saat Kucing Stres, Pemilik Harus Apa?
Jangan langsung menarik kucing keluar dari tempat persembunyiannya atau memarahinya. Berikan ruang dan sediakan tempat aman seperti kardus, cat bed tertutup, atau area tinggi untuk bersembunyi.
Pemilik juga bisa menjaga jadwal makan dan bermain tetap konsisten, menyediakan litter box yang bersih, serta memberi stimulasi melalui mainan interaktif dan area untuk memanjat. (*)







