Beda Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual Versi Betrand Peto dan Korban
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Betrand Peto terseret kasus dugaan kekerasan seksual. Pihak putra angkat Ruben Onsu itu maupun korban sama-sama telah buka suara mengenai kronologi kejadian, tetapi ada perbedaan dari cerita mereka.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TP TPKS) oleh ATT alias BP pada Sabtu, 12 September 2026.
Korban yang seorang wanita berinisial ANW mengaku mengalami pelecehan ketika bertemu Betrand di sebuah kelab malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Kronologi Versi Korban
Kejadian bermula ketika korban bersama dua temannya mendatangi kelab pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 02.00 dini hari. Mereka kemudian ditawari untuk bergabung ke ruang privat milik Betrand.
| Baca Juga: Ruben Onsu Buka Suara, Benarkan Betrand Peto Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual
"Lalu tiba-tiba ada salah satu staf dari klub tersebut yang bilang, 'mau nggak Kak ngeramein room-nya si BP ini?" kata ANW dalam konferensi pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (13/9/2026).
Korban mengiyakan tawaran tersebut setelah staf memastikan ruangan aman. Ia mengaku tidak memiliki pikiran buruk apa pun.
"Aku nggak pernah ada pikiran negatif kalau kita bakal nemuin apes di tempat itu. Kita iyain. Si waitress ini sudah make sure kalau untuk di room ini tuh aman, nggak bakal kenapa-kenapa," jelas ANW.
Setelah waitress membagikan minuman, ANW sempat keluar dari ruangan untuk mengambil handphone-nya di sofa luar. Ketika masuk kembali, ia duduk di sebelah Betrand Peto. Sementara temannya pergi ke toilet.
| Baca Juga: Kuasa Hukum Ungkap Posisi Betrand Peto Saat Keributan di Private Room
Tidak lama setelahnya, korban mengeklaim bahwa Betrand menarik tangannya dan mengajaknya ke toilet.
"Saya nggak pernah ada pikiran negatif. Saya kira dia ngajak saya untuk ngecek teman saya di toilet kenapa lama sekali. Ternyata di depan pintu toilet tersebut, saya dilecehin,” ungkap ANW.
ANW sempat memberontak hingga menyebabkannya mengalami luka fisik di hidung, leher, dan tangan. Ia telah melakukan visum untuk membuktikan klaim tersebut.
Kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol, menerangkan bahwa kliennya bukan hanya dilecehkan, tapi juga mengalami tindak kekerasan dan pemaksaan.
| Baca Juga: Layangkan Teguran Terbuka ke Stasiun TV soal Honor Belum Dibayar, Baim Wong: Saya Tidak Mau Ribut
"Bukan hanya dilecehkan, tapi ada kekerasan dan pemaksaan. Ini ada sikut, kemudian di leher, lalu tangannya biru dan memar karena ada pemaksaan. Ada juga bekas luka seperti cakaran," katanya dalam kesempatan yang sama.
Kronologi dari Pihak Betrand Peto
Ruben Onsu merilis video pengakuan dari waitress kelab malam yang dikunjungi putranya melalui Instagram, Minggu (13/9/2026). Ada dua orang yang memberikan kesaksian, yakni Jakaria dan Revi.
Jakaria mengungkap, di dalam ruangan ada beberapa orang, termasuk Bertrand dan rekannya serta korban dan teman-temannya. Awalnya, mereka disebut asyik menikmati waktu bersama.
Melihat situasi tampak aman, Jakaria pun pergi meninggalkan ruangan. Namun ketika masuk kembali, ia melihat salah seorang wanita menangis. Ketika ditanya alasannya menangis, wanita itu tidak mau buka suara.
| Baca Juga: Tari Kuda Lumping Audrey Bianca Jadi Sorotan di Miss World 2026 Vietnam
"Pas saya dateng lagi ada salah satu cewek nangis. Saya menanyakan, kenapa ini kepada si BP. BP bilang, nggak apa-apa, saya nenangin," kisahnya.
Lalu, salah seorang teman dari wanita tersebut yang berinisial D merasa tidak terima dan mengamuk kepada orang-orang ada di ruangan. Rekan BP, A (inisial samaran) ikut tersulut emosi.
"Karena dia masih mencak-mencak marah, A berteriaklah, 'jangan kayak gitu, jangan kampungan, kalau bikin ribut mending keluar aja sana'," ujar Jakaria.
Revi memberikan kesaksian serupa, ia menyebut, D dan kekasih A yang juga berada di lokasi berujung saling jambak.
| Baca Juga: Putra Cillian Murphy Bikin Heboh, Wajahnya Disebut Mirip Banget Sang Ayah
"Jadi mas A bawa si kak B (kekasih A) nih, nah kak B-nya nggak terima, kenapa malah si mas A-nya yang diteriak-teriakin. Akhirnya si kakak B ini nengahin antara si cewek ini sama si kak A. Eh malah si kak B-nya dijambak sama yang marah-marah ini," kisahnya.
Baik Jakaria maupun Revi, keduanya bersaksi tidak menyaksikan adanya tindak pelecehan maupun kekerasan yang terjadi.
"Kalau untuk kekerasan yang dilakukan kak BP ini tidak ada, karena aku lihat pas cewek ini nangis emang kak BP malah nyamperin, nanyain, kakak kenapa nangis? Kalau kekerasan nggak ada sih," ucap Revi.
Sementara itu, pihak kepolisian belum merilis kronologi pasti mengenai insiden kekerasan seksual yang menimpa Betrand Peto. (*)







