Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Mansyur Suryana tak pernah lelah menunggu kabar putranya, M. Bagus Khoirunnas, yang hilang kontak sejak beberapa hari lalu ketika speedboat yang ditumpanginya saat melakukan peliputan di Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, hilang kontak pascaerupsi.

Pria yang masih aktif bekerja sebagai jurnalis di kantor Berita Antara itu tak lelah menceritakan sosok putra kebanggaannya kepada tetangga kampung yang terus datang memberikan dukungan semangat di posko.

"Dia anak yang sederhana dan pemberani," ungkap Mansyur Suryana ditemui Vivia Media di Posko Operasi Pencarian Orang di Perairan Selat Sunda, Polres Pandeglang, Minggu (13/9/2026).

Hingga memasuki hari keenam, Mansyur masih diliputi kebingungan karena belum ada satu pun petunjuk yang identik dengan para korban yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan.

| Baca Juga: Keluarga Jurnalis Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau Tunggu Kabar di Posko Pantai Marina Carita

Meski demikian, Mansyur masih yakin putranya akan ditemukan. "Tinggal menunggu waktu," ucapnya penuh keyakinan.

Penantian tersebut berlangsung di tengah upaya tim gabungan menyisir perairan Selat Sunda untuk mencari kapal yang hilang kontak saat membawa rombongan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

M. Bagus Khoirunnas merupakan satu dari lima wartawan yang dilaporkan hilang kontak ketika hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin.

Kesabaran Mansyur benar-benar sedang diuji. Pencarian hari keenam berjalan kurang lancar karena cuaca di sekitar Selat Sunda cerah berawan dan berkabut sehingga jarak pandang terbatas. Kapal-kapal tidak bisa merapat di Pulau Sertung akibat ombak besar. Pencarian juga terhalang kabut tebal yang menyelimuti lokasi penyisiran perairan.

| Baca Juga: Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Jurnalis dan Awak yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau

Mansyur terlihat berusaha tenang, meski kegelisahan tak bisa disembunyikan. Ia tetap bertahan menanti hingga malam.

Seorang petugas Basarnas menyebut, pencarian hari keenam dilakukan hingga malam dengan mengerahkan sejumlah kapal perang. Ia menunjukkan sebuah titik dari layar monitor ponsel, sebuah kapal berada lebih dekat ke Pulau Sumatra, mengarah ke Samudra Hindia.

1 2 3

Tags: