Nama Taylor Swift Diabadikan Jadi Genus Serangga Baru, Terinspirasi Karya Musiknya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Taylor Swift kini punya 'Swiftie era' yang benar-benar berbeda. Bukan soal musik atau tur, namanya justru diabadikan menjadi genus serangga baru yang ditemukan di Australia.
Genus tersebut diberi nama Swiftiephylus dan mencakup empat spesies serangga pemakan tumbuhan yang sebelumnya belum dikenal secara ilmiah.
Penemuan ini diumumkan melalui penelitian yang terbit di jurnal Insect Systematics and Evolution pada 9 September 2026.
Para peneliti mendeskripsikan 12 spesies serangga baru, termasuk empat spesies yang masuk ke dalam genus Swiftiephylus.
| Baca Juga: Cerita Margareta, Teman Maliya Finda, Pendaki yang Meninggal di Gunung Piramid
Genus Itu Apa?
Perlu diketahui, genus merupakan tingkatan dalam klasifikasi ilmiah yang mengelompokkan beberapa spesies yang memiliki hubungan kekerabatan dekat. Jadi, bukan cuma ada satu 'serangga Taylor Swift'.
Empat spesies yang berada di bawah genus Swiftiephylus adalah:
1. Swiftiephylus taylorae: merujuk langsung pada Taylor Swift.
2. Swiftiephylus amator: berasal dari bahasa Latin yang berarti lover, terinspirasi album 'Lover'.
| Baca Juga: Kenapa Kucing Bisa Menemukan Jalan Pulang? Ini Rahasia Kemampuan Navigasinya
3. Swiftiephylus intrepidus: berarti fearless atau berani, merujuk album 'Fearless'.
4. Swiftiephylus poetorum: berkaitan dengan poets, terinspirasi 'The Tortured Poets Department'.
Nama Swiftiephylus sendiri merupakan gabungan dari 'Swiftie', sebutan untuk penggemar Taylor, dengan 'Phylus', nama yang umum digunakan dalam kelompok serangga tersebut.
Kenapa Harus Taylor Swift?
Sarah Schroeder, mahasiswa doktoral entomologi di University of California, Riverside sekaligus seorang Swiftie sejak lama, menjadi salah satu peneliti di balik penamaan tersebut.
| Baca Juga: Gemas! Anjing Peliharaan Taylor Swift dan Travis Kelce Debut Jadi Model

Ada alasan visual yang cukup unik. Serangga-serangga itu memiliki tubuh berwarna kuning pucat dengan aksen merah. Schroeder melihatnya mirip dengan rambut pirang dan lipstik merah yang menjadi salah satu ciri khas penampilan Taylor.
“Penampilan ikonik Taylor Swift adalah rambut pirang dan bibir merahnya. Serangga ini berwarna kuning pucat dengan aksen merah di seluruh tubuhnya,” ujar Schroeder dalam keterangan UC Riverside pada 9 September 2026.
Serangga tersebut hidup berasosiasi dengan pohon she-oak Australia. Warna tubuhnya diduga membantu mereka berkamuflase di antara bunga she-oak yang memiliki warna merah hingga jingga.
Boleh Memakai Nama Artis untuk Serangga?
Boleh. Penamaan organisme dengan nama manusia bukan hal baru dalam taksonomi (sistem pengelompokan), meski praktik tersebut juga pernah menjadi bahan perdebatan di kalangan ilmuwan.
| Baca Juga: Bukan Cuma Semut, Ini 5 Hewan Koloni yang Bisa Jadi Peliharaan Unik
Bagi Sarah, nama Taylor justru diharapkan membuat lebih banyak orang tertarik pada serangga dan konservasi.
Spesimen Swiftiephylus dikumpulkan pada 1995-2004 dan baru bertahun-tahun kemudian diteliti secara mendalam. Schroeder dan profesor Christiane Weirauch memeriksa 593 spesimen dari koleksi museum.
Menariknya, para ilmuwan memperkirakan masih ada hampir 30 juta serangga yang belum terdokumentasi. Karena itu, Schroeder menilai penamaan bukan sekadar memberikan identitas.
“Taksonomi adalah landasan konservasi,” katanya. Dengan mengetahui suatu spesies dan mendeskripsikannya secara ilmiah, keberadaannya bisa dikenali sehingga lebih memungkinkan untuk dilindungi. (*)







