Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Otoritas Israel mengancam akan mencabut kewarganegaraan dua sutradara film dokumenter, Yuval Abraham dan Rachel Szor, menyusul kemenangan karya mereka berjudul NAZA di Venice Film Festival. Film tersebut meraih Special Jury Prize pada penutupan festival ke-83 itu, Sabtu lalu.

Dalam unggahan di platform X, Minggu, Menteri Kebudayaan Israel Miki Zohar menyebut film tersebut "keji" dan menilai kemenangannya di Venice Film Festival sebagai hal yang "mengejutkan". Ia menuduh kedua sutradara telah merugikan negara demi mendapat tepuk tangan dari kalangan antisemit di seluruh dunia.

Zohar bahkan menuding tindakan Abraham dan Szor merupakan pengkhianatan terhadap negara. Sebagai menteri kebudayaan, ia menyatakan akan segera bertindak mencabut kewarganegaraan Israel milik keduanya atas dasar pengkhianatan tersebut.

Di sisi lain, film NAZA yang berdurasi 80 menit dan mendokumentasikan penggunaan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) oleh militer Israel untuk melakukan pembunuhan massal warga sipil Palestina di Gaza secara terukur.

| Baca Juga: Di Balik Dress Pink Olivia Rodrigo, Ada Kisah Perjuangan Desainer Palestina

Film ini mendapat standing ovation atau tepuk tangan berdiri selama 25 menit saat pemutaran perdananya.

Judul NAZA sendiri diambil dari singkatan yang digunakan militer Israel sebagai istilah untuk korban sipil dalam operasi militer. Film ini menampilkan kesaksian dari sejumlah personel militer dan intelijen Israel yang berbicara dengan identitas dirahasiakan.

Wajah dan suara mereka diubah secara digital, dan pengambilan gambar dilakukan pada malam hari di atap-atap gedung Tel Aviv demi menjaga kerahasiaan identitas.

Para narasumber menggambarkan sebuah sistem kecerdasan buatan bernama "Lavender" yang digunakan untuk memantau komunikasi warga Palestina di Gaza dan menentukan sasaran pembunuhan. Salah satu narasumber bahkan mengklaim bahwa otoritas militer pernah menyetujui risiko kematian 500 warga sipil demi membunuh satu anggota Hamas.

| Baca Juga: Festival Film Internasional Busan Umumkan 30 Proyek Terpilih, 3 Karya Indonesia Lolos

Kepada kantor berita AFP, Abraham mengatakan bahwa ia dan Szor sengaja membiarkan para prajurit dan perwira itu bercerita sendiri tentang apa yang mereka lakukan di Gaza.

Ia berharap film ini dapat mendorong negara-negara Barat, khususnya pemasok senjata utama Israel seperti Amerika Serikat dan Jerman, untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Israel. Ia juga menyebut NAZA belum memiliki distributor di Israel, namun keduanya berniat menayangkannya seluas mungkin di dalam negeri maupun di kancah internasional.

1 2

Tags: