Ditemukan Sutradara di Film Pendek di Kereta Api, Putri Joe Taslim Debut di 'Desember Jani'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Rumah produksi Palari Films resmi meluncurkan teaser trailer film Desember Jani. Mengusung konsep All Women Project, film ini menyoroti dinamika sebuah keluarga yang beranggotakan empat orang perempuan dari tiga generasi berbeda, mulai dari sosok Oma, Mama, hingga dua remaja putri yang merupakan kakak dan adik.
Dalam cuplikan teaser trailer tersebut, aktris Sigi Wimala berperan sebagai seorang ibu bernama Winnie. Winnie tinggal bersama anak keduanya, Jani (Chempa Puteri), serta ibunya yang disapa Oma (Tutie Kirana).
Konflik bermula ketika anak sulung Winnie, Julia (Hyori Mika), memutuskan untuk kabur dari rumah. Winnie pun dihadapkan pada tanggung jawab besar menjaga keutuhan keluarga sembari menavigasi gejolak emosi di dalam dirinya.
Film Desember Jani diarahkan oleh sutradara Ariani Darmawan, diproduseri oleh Meiske Taurisia, Luna Maya sebagai produser eksekutif, serta menandai debut penulisan skenario bagi novelis Cyntha Hariadi.
| Baca Juga: Luna Maya Makin Serius Jadi Produser Eksekutif, Target 3 Film Setiap Tahun
Proyek ini juga menjadi panggung debut layar lebar bagi Hyori Mika, putri dari aktor laga ternama Joe Taslim, yang beradu peran dengan deretan pemeran perempuan lintas generasi seperti Chempa Puteri, Sigi Wimala, dan aktris senior Tutie Kirana.
Debut Layar Lebar dan Sutradarai Video Klip "Kopi Kaleng"
Bagi Hyori Mika, keterlibatannya dalam Desember Jani menjadi lompatan besar bagi karirnya yang baru saja dimulai. Tidak hanya berakting di depan kamera, Mika rupanya juga dipercaya sebagai sutradara untuk video musik lagu soundtrack film tersebut berjudul Kopi Kaleng.
"Seru karena jadi ngerasain masuk ke ceritanya yang ditulis oleh Bu Cyntha Hariadi dan karyanya Mbak Rani. I feel very honored bisa terlibat ke cerita Desember Jani dan bisa menyutradarai musik video, video klip 'Kopi Kaleng'-nya," ucap Mika saat ditemui di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Ketika disinggung mengenai beban dan tantangan melakoni debut film panjang, remaja berusia 20 tahun ini mengaku sangat menikmati setiap proses yang dijalaninya tanpa merasa terbebani.
| Baca Juga: Aghniny Haque Habiskan 2 Bulan Belajar Bahasa Isyarat Demi Peran di Film Produksi Malaysia
"Tantangannya apa ya? Enggak ada kayaknya, seru-seru aja karena saya suka gitu. Jadi mungkin kalaupun ada tantangan itu enggak berasa kayak tantangan gitu, enggak berasa berat," ungkapnya.
Mika juga menuturkan bahwa atmosfer kerja produksi yang didominasi perempuan memberikan impresi yang sangat mendalam baginya.
"Pengalaman syuting pertama di produksi ini juga sangat spesial dan interesting karena all-women cast, terus sutradaranya perempuan juga dan produsernya perempuan juga kebetulan. Jadi pas selama syuting dan pre-production, it's a special experience," imbuhnya.
Bangun Chemistry Erat dengan Chempa Puteri
Menjalani peran sebagai kakak-beradik, hubungan emosional yang terjalin antara Hyori Mika dan Chempa Puteri menjadi salah satu poin paling berkesan selama proses pengambilan gambar berlangsung. Mika mengaku tidak menemukan kesulitan berarti saat harus membangun koneksi dengan lawan mainnya tersebut.
| Baca Juga: Kisah Personal dari Produser di Balik Lahirnya Film Ibadah dan Cinta
"Semua scene sama Chempa itu asik. Soalnya saya punya adik perempuan juga yang seumuran Chempa juga dan mereka agak mirip gitu dari model-modelannya," kata sulung dari tiga bersaudara ini.
"Jadi ketemu Chempa pertama kali juga udah berasa like she's my sister. Sekarang juga sayang gitu sama Chempa selayaknya adik saya sendiri, jadi pas syuting sangat menyenangkan dan makes my heart warm setiap pas bekerja dengan Chempa," sambung Mika.
Hal senada turut diungkapkan oleh Chempa Puteri. Menurut Chempa, kedekatan mereka tidak hanya terbangun lewat ruang latihan dan pendalaman naskah, melainkan lewat interaksi kasual di luar set syuting.
"Tentu ya kita bakal latihan scene-scene-nya, dan sebenarnya kita bonding enggak cuma gara-gara ngelatih scene-nya juga. Kita bonding secara kita ngobrol dan kita melakukan sesuatu kayak main game bareng, melakukan hal menyenangkan bersama," kata Chempa.
| Baca Juga: NAZA, Dokumenter Gaza Menang di Venice Film Festival, Menteri Israel Ancam Duet Sutradara
Latar belakang keluarga keduanya yang serupa kian mempermudah terciptanya ikatan persaudaraan yang natural di layar.
"Aku juga karena punya kakak yang hampir umurnya kayak Kak Mika juga, I feel the bonding already gitu lho. Jadi aku udah ngerasa, 'Oh ya aku punya sosok kakak juga, I'm comfortable with her,' terus aku juga sebagai anak bungsu juga, kan," tambah Chempa seraya tertawa.
Mandiri Tanpa Konsultasi Ayah
Meski terlahir dari ayah seorang aktor internasional kenamaan, Mika malah memilih untuk mandiri dalam menentukan langkah kariernya. Anak pasangan Joe Taslim dan Julia Taslim ini mengaku tidak melakukan diskusi khusus maupun konsultasi mendalam dengan sang ayah saat menerima tawaran proyek Desember Jani.
"Enggak sih, enggak not really diskusi. Lebih kayak ngabarin gitu, 'Oh, aku dapat pekerjaan ini, doain lancar ya.' Terus mereka juga support gitu. Memang dari awal support tahu aku mau mencoba membangun karier di akting dan di film," tegas Mika.
| Baca Juga: Cetak Rekor! Serial ‘Widow’s Bay’ Sabet 14 Piala Emmy Awards 2026
Ketertarikan Mika terhadap seni peran sendiri telah dipupuk sejak beberapa tahun lalu. Perjalanannya diawali dari bangku pelatihan non formal hingga akhirnya melangkah ke jenjang pendidikan tinggi perfilman di luar negeri.
Keseriusan Hyori Mika dalam mendalami industri sinema terbukti dengan pilihannya menempuh studi sekolah film di Paris, Prancis, yang saat ini statusnya sedang ia ambil cuti untuk fokus pada kariernya di Tanah Air.
"Aku pertama kali tertarik itu pas umur 16. Pas 16 itu aku mulainya kayak gabung workshop dan kelas-kelas akting di Jakarta. Dari situ sih lalu syuting film Desember Jani pas umur 19. Sekarang umur 20," kata Mika.
Sutradara Menemukan Mika di Film Pendek Kereta
Di balik terpilihnya Hyori Mika sebagai pemeran Julia, terselip kisah unik dari sutradara, Ariani Darmawan. Ariani mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali terpikat oleh bakat akting Mika saat sedang menempuh perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api.
"Mika tuh sebetulnya ceritanya lucu karena saya melihat Mika itu berperan di sebuah film pendek di KAI. Belum ada Whoosh waktu itu, jadi masih Argo Parahyangan gitu," jelas Ariani Darmawan.
"Saya bolak-balik tuh berapa kali Bandung-Jakarta, lihatnya itu terus, kan. Sering gitu ya, diputar terus-menerus. Jadi, saya melihat film itu terus," sambung Ariani.
Karisma Mika di layar monitor kereta langsung menarik perhatian Ariani, kendati ia hanya bisa menyaksikannya dari jarak yang tidak terlalu dekat. Justru itu yang membuatnya makin penasaran.
"Jadi, saya tiap kali keluar credit title tuh saya mendekat gitu ya di antara penumpang lain. 'Aduh, enggak kelihatan ini siapa yang main,' gitu kan. Akhirnya saya minta tolong Dede (Meiske Taurisia) sebagai produser, 'De, coba, De, cariin ini judulnya ini, ini, ini.' 'Oh, ini Mika.' Terus kemudian Dede yang mengontak dan kita cast dia sebagai Julia," tutup Ariani. (*)







