Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Jepang mencatatkan rekor populasi lansia berusia 100 tahun ke atas terbanyak di dunia. Namun, pemerintah justru dipusingkan dengan jumlah penduduk yang terus menurun.

Melansir dari AP News, Kamis (17/9/2026), menurut statistik dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan yang dirilis pada Selasa (15/9/2026), mencatat ada 107.677 orang yang berusia 100 tahun ke atas.

Angka tersebut meningkat 7.914 orang dibandingkan tahun 2025 dengan persentase 88 persen di antaranya perempuan.

Wanita tertua bernama Fuyo Kishimoto, warga Kyoto, yang berusia 114 tahun. Sementara laki-laki tertua adalah Hikaru Kato asal Kumamoto yang berusia 112 tahun.

| Baca Juga: Chen Zhi ‘Raja Scam’ Asia Asal Tiongkok Terancam Hukuman Mati

Menurut laporan surat kabar Asahi Shimbun, ketika UU Kesejahteraan Lansia disahkan pada 1963, jumlah lansia yang melampaui usia 100 tahun saat itu hanya 153 orang.

Angkanya meningkat menjadi lebih dari 10.000 orang pada 1998. Menyentuh 50.000 orang pada 2012. Hingga pada 2026, mencapai angka 100.000.

Menariknya, sebanyak 54.294 lansia yang menginjak usia 100 tahun pada tahun ini akan menerima ucapan selamat dan cangkir sake perak dari pemerintah.

Menteri Kesehatan Kenichiro Ueno mengaku bahagia melihat banyak warga negaranya yang tetap sehat selama lebih dari satu abad. Ia juga menyebut bahwa kemajuan teknologi kesehatan berperan besar dalam peningkatan usia harapan hidup.

| Baca Juga: Artis Juga Ikutan, Begini Cara Bikin Tren AI 'What Would I Have Looked Like in the 80s'

"Saya sangat senang melihat begitu banyak orang tetap aktif dan sehat dalam waktu yang begitu lama," ujarnya dikutip dari CNN World, Kamis (17/9/2026).

Rahasia Panjang Umur Orang Jepang

Selain kemajuan teknologi kesehatan seperti yang disebutkan oleh Kenichiro Ueno, warga Jepang juga dikenal memiliki pola makan sehat. Hidangan mereka didominasi ikan, sayuran, dan nasi.

Para lansia juga terbiasa berjalan kaki, bersepeda, beolahraga ringan, dan menaiki transportasi umum yang membuat tubuh mereka terus begerak.

Pemerintah Jepang Pusing, Angka Kelahiran Terus Menurun

Bersamaan dengan populasi lansia yang terus meningkat, pemerintah Jepang justru dipusingkan dengan angka kelahiran yang terus menurun. Bahkan, penjualan popok lansia telah melampaui popok bayi selama lebih dari satu dekade.

| Baca Juga: Bank Inisial T Itu Apa? Shabrina Adfi Beri Bocoran Usai Curhat Uang Mertua Lenyap

Salah satu penyebabnya karena angka pernikahan yang sangat rendah.

Menurut hasil survei Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang, lebih dari 20 persen pria dan wanita lajang berusia 18 hingga 38 tahun tidak berniat menikah. Mereka mengatakan tidak melihat adanya manfaat dalam pernikahan.

Angka fertilitas (rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita selama masa reproduksinya) juga menurun drastis, mencapai angka 1,14. Jauh di bawah angka ideal 2,1, yang artinya orangtua setidaknya memiliki 2 anak. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: