Sempat Berseteru, Baim Wong Syok Produser Film 'Beautiful Pain' Ternyata Nikita Mirzani
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Baim Wong kembali menandai dengan karya terbaru. Kali ini, bukan sebagai sutradara melainkan pemeran utama pria film Beautiful Pain, beradu akting dengan aktris peraih Piala Citra, Raihaanun. Film ini sekaligus menjadi debut bagi sutradara Dmaz Brodjonegoro.
Baim Wong menceritakan awalnya ia tidak tahu Beautiful Pain inspired by true events (terinspirasi dari peristiwa nyata) dari Nikita Mirzani. Ia juga tidak tahu Nikita Mirzani ada di jajaran produser bersama Hanung Bramantyo.
"Saya bingung Mas Hanung minta ketemu saya. 'Im, mau enggak main ini?' 'Mau,' gue bilang. Terus Mas Hanung telepon lagi, 'Boleh ketemu enggak?' 'Kenapa?' 'Aduh, jangan deh,'" tutur Baim Wong saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
"Akhirnya ketemu, 'Im, lo ada masalah enggak?' 'Apaan?' 'Produsernya Nikita.' 'Hahaha!' Gue bingung, 'Kok lo enggak bilang dari awal?' gue bilang," lanjut Baim seraya tertawa.
| Baca Juga: Film 'Beautiful Pain' Jadi Debut Nikita Mirzani sebagai Produser Eksekutif
Baim Wong dan Nikita Mirzani sempat berseteru pada tahun 2020 akibat kesalahpahaman dan unggahan konten di media sosial. Keduanya sempat tidak saling bertegur sapa selama hampir dua hingga tiga tahun.
Namun, alih-alih menolak tawaran, keterlibatan di film ini justru menjadi jembatan perdamaian antara Baim Wong dan Nikita Mirzani. Keduanya resmi mencairkan ketegangan saat momen selamatan syuting.
"Tapi ternyata di film ini alhamdulillah pas tumpengan saya ketemu lagi sama dia, dan akhirnya saya colek-colek dia, 'Lu jangan galak-galak amat sih.' 'Siapa yang galak?' katanya. Setelah itu kita baik lagi," beber Baim.
Tak hanya diproduseri oleh Nikita Mirzani, Baim kemudian dibuat terkejut karena cerita yang ia perankan ternyata diangkat dari kisah nyatanya.
| Baca Juga: Film 'Taboo: The Silent Day' Hadirkan Teror Nyepi, Turis Korea Dihantui Pantangan di Bali
"Di film ini saya kaget ternyata ini cerita dia, saya enggak dikasih tahu juga. Yang akhirnya saya bermain disini," tuturnya.
Impian Adu Akting dengan Raihaanun
Salah satu alasan terkuat Baim langsung menerima pinangan proyek ini adalah jajaran pemeran utamanya. Baim mengaku menaruh kekaguman mendalam pada kemampuan akting Raihaanun.
"Saya dari dulu pengin banget bermain dengan Raihaanun. Beneran, saya tidak melebih-lebihkan. Karena ini salah satu dari idola saya selain Reza Rahadian. Saya tanya ke Dmaz, 'Siapa pemain ceweknya?' Disebut salah satunya Raihaanun. Akhirnya pas ada kesempatan ada di film ini, langsung saya bilang, 'Oh mau!'" tutur Baim antusias.
Menanggapi pertanyaan media seputar tantangan memerankan tokoh yang terikat dengan kisah nyata seorang figur publik, Baim menekankan komitmen profesionalnya sebagai aktor.
"Semua film pasti memiliki tantangannya tersendiri, terutama bagaimana cara kita menyajikan performa terbaik. Jujur, saya baru tahu detail bahwa ini terinspirasi dari kisah nyata ketika Mas Hanung menceritakannya," jelas Baim.
Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang wanita yang ingin mendapatkan kembali hak-haknya. Dari cerita itu, tugasnya adalah membawakan peran sebaik mungkin.
"Terlepas dari itu, saya mendoakan semoga apa yang dialami oleh pihak terkait (Nikita Mirzani) bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya," jelasnya.
Dalam film ini, Baim memerankan Dirga. Karakter Dirga dan konflik rumah tangga yang terjadi di film ini sangat berlapis dan relevan dengan fenomena sosial hari ini. Yakni pergulatan moral, ego, dan penyesalan.
| Baca Juga: Marsha Timothy Ungkap Totalitas Ivan Gunawan Terlibat di Film 'Ibu Bagaimana Aku Tanpamu?'
Pilih Jadi Aktor atau Sutradara? Ini Alasan Baim Ogah Main di Film Sendiri
Bagi Baim Wong, menjalani peran sebagai aktor dan sutradara adalah dua dunia yang menawarkan kenikmatan batin yang berbeda jauh. Menanggapi pertanyaan mengenai posisi mana yang lebih ia sukai, Baim memaparkan proses emosional yang dialaminya di kedua profesi tersebut.
"Sekarang sudah mulai ada pertanyaan, 'Enakan jadi sutradara atau pemain?' Itu selalu banget ditanyain. Jadi, kalau sutradara itu, dia itu berproses dari scratch (awal mula) ya sampai jadi. Kepuasannya itu ketika penonton nonton dan suka," urai Baim.
Sensasi berbeda justru ia dapatkan ketika ia berdiri tepat di depan kamera sebagai pemain. Sebagai pemain, saat dia action, lalu di-cut, maka rasanya akan lega. Perasaan yang tidak dimiliki saat ia menjadi sutradara.
"Nah, perasaan.itu yang enggak ada di director (sutradara), yang kadang-kadang kalau saya lagi nge-direct itu kangen. Punya adegan-adegan 'coba gue yang mainin ya'," ujarnya.
| Baca Juga: Film 'Resident Evil' 2026 Dapat Pujian, Zach Cregger Disebut Berhasil Tangkap Jiwa Game
Kendati sering dilanda kerinduan untuk berakting saat jadi sutradara, Baim menegaskan prinsipnya untuk tidak merangkap peran sebagai aktor di film garapannya sendiri.
"Jadi, ketika saya menjadi pemain itu dua bidang yang sangat berbeda banget. Kadang-kadang pasti saya kangen banget main, tapi enggak mau main di film sendiri, takutnya dibilang aji mumpung. Jadi saya penginnya ada di film orang lain saja. Kalau itu saya cukup nge-direct, karena berat sekali nge-direct itu," tutup Baim. (*)







