Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Kedekatannya dengan rambut panjang juga punya jejak masa kecil.

“Dulu Eyang saya pakai rumput, pandan, gitu-gitu,” kenangnya. Perawatan tradisional itu akhirnya ditinggalkan setelah ia tinggal di Eropa.

| Baca Juga: Tak ke Salon, Zhang Linghe Akui Rambutnya Dipotong 'Asal-asalan' oleh Siapa Pun yang Merias Wajahnya

Pilihan rambut panjang rupanya juga terlihat pada putrinya, Kirana Cipta Montana Sasmi, yang rambutnya sama-sama panjang, hitam, dan tebal.

Anggun memberikan minyak rambut kepada sang anak, lalu suatu kali mendapati tas Kirana berisi banyak ampul vitamin rambut yang diambil diam-diam.

“Diam-diam ternyata anakku menginspirasi dari gaya hidupku,” ujar Anggun. “Meniru ibunya tanpa bilang ke ibunya,” katanya.

Memasuki usia 52 tahun, Anggun merasakan rambutnya ikut berubah. “Di usia 52, hormonal itu berubah, jadi kadang-kadang rambut saya juga rontok,” ujarnya.

| Baca Juga: Mau Ganti Warna Rambut? Cek Pilihan Terbaik Berdasarkan Karakter Zodiak-mu

Ia pun merasa selama ini kurang memberi nutrisi yang tepat. “Kadang saya merasa saya enggak kasih nutrisi yang benar ke rambut saya, karena selama ini rambutnya sudah disiksa, tapi enggak dirawat dengan baik,” kata salah satu juri X Factor Indonesia musim perdana itu.

Kini rutinitasnya lebih teratur tetapi tetap simpel. Menggunakan sampo, kondisioner, minyak rambut, hair mask seminggu sekali, dan vitamin ampul yang membuatnya tidak perlu memakai beberapa serum sekaligus.

Bagi Anggun, semua itu bermuara pada rasa nyaman. “Yang penting buat aku, aku merasa senang, aku merasa jujur di sini dan nyaman,” kata pelantun single Snow on The Sahara itu.

Mempertahankan rambut panjang, menurutnya, bukan tentang menolak perubahan, melainkan tetap memegang sesuatu yang sejak lama membuatnya nyaman dan tetap menjadi dirinya sendiri. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: