Anggun C Sasmi Setia dengan Rambut Panjang, Bukan Anti Perubahan tapi Soal Jadi Diri Sendiri
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Rambut panjang dengan belahan tengah sudah bertahun-tahun melekat pada Anggun C Sasmi. Di usia 52 tahun, penyanyi yang membangun karier hingga ke luar negeri itu mengaku mempertahankannya bukan karena menolak perubahan, melainkan karena merasa nyaman menjadi dirinya sendiri.
“Saya dari dulu memang mempertahankan ciri khas saya. Waktu pertama kali pergi dari Indonesia untuk membangun karier di luar, saya ingin tetap mempertahankan identitas saya,” ujar Anggun saat ditemui dalam acara Pantene Hair Gloss Reom di Album Release Pep Up Experience Island Girl, Scarlet’s House, Blok M, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Bagi perempuan kelahiran Jakarta, 29 April 1974, itu, rambut panjang belah tengah adalah salah satu gambaran perempuan Indonesia yang sejak lama ia kaitkan, meski ia sadar pilihan itu sangat personal.
“Kalau buat saya, salah satu ciri khas perempuan Indonesia itu rambut panjang, belah tengah. Itu aku ya, karena dari dulu memang sudah begitu,” katanya.
| Baca Juga: Dulu Takut Akting, Anggun C Sasmi di Usia 52 Tahun Justru Cari Tantangan Baru
Konsistensi itu bukan berarti ia tidak suka mencoba hal baru. “Saya bukan berarti tidak suka inovasi. Orang lain mungkin mendefinisikan dirinya dengan mengganti-ganti rambut, makeup, musik, dan sebagainya. Kalau saya, saya lebih suka tetap dengan apa yang memang cocok,” tuturnya.
Ia mengibaratkannya seperti memilih menu favorit di restoran.
“Saya suka mencoba yang lain, tapi kalau sudah klop dengan satu hal, saya setia sekali,” ujarnya sambil bercanda bahwa sifat itu mungkin berkaitan dengan zodiaknya, Taurus.
Warna rambutnya pun masih asli, dan perawatannya sederhana. Anggun jarang ke salon. Di Indonesia ia sesekali melakukan creambath, sedangkan di Paris ia merawat rambut sendiri di rumah.
| Baca Juga: Jangan Langsung Dibuang, Ini Manfaat Air Beras untuk Rambut yang Jarang Diketahui
“Kalau di Paris, saya bawa hair mask sendiri. Seminggu sekali saya pakai, dipijat-pijat, terus saya lakukan sendiri,” katanya.
“Saya memang orangnya low maintenance. Saya enggak suka yang ribet-ribet,” lanjutnya.
Kedekatannya dengan rambut panjang juga punya jejak masa kecil.
“Dulu Eyang saya pakai rumput, pandan, gitu-gitu,” kenangnya. Perawatan tradisional itu akhirnya ditinggalkan setelah ia tinggal di Eropa.
| Baca Juga: Tak ke Salon, Zhang Linghe Akui Rambutnya Dipotong 'Asal-asalan' oleh Siapa Pun yang Merias Wajahnya
Pilihan rambut panjang rupanya juga terlihat pada putrinya, Kirana Cipta Montana Sasmi, yang rambutnya sama-sama panjang, hitam, dan tebal.
Anggun memberikan minyak rambut kepada sang anak, lalu suatu kali mendapati tas Kirana berisi banyak ampul vitamin rambut yang diambil diam-diam.
“Diam-diam ternyata anakku menginspirasi dari gaya hidupku,” ujar Anggun. “Meniru ibunya tanpa bilang ke ibunya,” katanya.
Memasuki usia 52 tahun, Anggun merasakan rambutnya ikut berubah. “Di usia 52, hormonal itu berubah, jadi kadang-kadang rambut saya juga rontok,” ujarnya.
| Baca Juga: Mau Ganti Warna Rambut? Cek Pilihan Terbaik Berdasarkan Karakter Zodiak-mu
Ia pun merasa selama ini kurang memberi nutrisi yang tepat. “Kadang saya merasa saya enggak kasih nutrisi yang benar ke rambut saya, karena selama ini rambutnya sudah disiksa, tapi enggak dirawat dengan baik,” kata salah satu juri X Factor Indonesia musim perdana itu.
Kini rutinitasnya lebih teratur tetapi tetap simpel. Menggunakan sampo, kondisioner, minyak rambut, hair mask seminggu sekali, dan vitamin ampul yang membuatnya tidak perlu memakai beberapa serum sekaligus.
Bagi Anggun, semua itu bermuara pada rasa nyaman. “Yang penting buat aku, aku merasa senang, aku merasa jujur di sini dan nyaman,” kata pelantun single Snow on The Sahara itu.
Mempertahankan rambut panjang, menurutnya, bukan tentang menolak perubahan, melainkan tetap memegang sesuatu yang sejak lama membuatnya nyaman dan tetap menjadi dirinya sendiri. (*)







