Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Prinsip itu diperkuat pesan orang tuanya, Darto Singo (alm) dan Dien Herdina, agar ia jangan melupakan diri sendiri dan jangan terlalu percaya dengan biodata. Pesan itu terasa nyata ketika ia meninggalkan Indonesia untuk berkarier di luar negeri.

“Ternyata status selebritas yang di sini nggak ada apa-apanya di sana. Nggak tahu siapa gitu. Jadi aku harus mulai lagi dari nol,” kenangnya.

| Baca Juga: Teaser 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati' Dirilis, Debut Benidictus Siregar Jadi Pemeran Utama

Karena itu, Anggun tidak menjadikan daftar penghargaan sebagai pegangan. “Aku bangun tiap hari nggak lihat pialaku, aku hitung ada berapa. Itu maksudnya nggak penting. Yang penting itu kan apa yang kita lakukan hari ini dan besok. Yang kemarin-kemarin ya sudah,” tuturnya.

Sikap serupa ia terapkan sebagai ibu. Ketika putrinya, Kirana Cipta Montana Sasmi, memilih kuliah psikologi di Melbourne, Australia, Anggun sempat bertanya apakah Kirana yakin, tetapi tidak ingin keraguan menjadi alasan untuk tidak mencoba.

“Misalkan kamu nggak yakin, nggak apa-apa. Jadi kamu jalanin aja dulu. Ambil aja psikologi. Tapi nanti kalau misalkan kamu mau ganti aliran, nggak apa-apa ganti aja. Karena ilmu kan nggak hilang,” kata Anggun. Soal cinta pun ia memilih tidak mengatur. “Kamu mungkin harus ketemu dengan beberapa kodok sebelum ketemu Prince Charming,” katanya.

Kekhawatiran terbesarnya justru datang dari dunia yang akan dihadapi sang anak, terutama media sosial. Anggun menilai budaya validasi membuat orang mudah menakar harga diri lewat angka.

| Baca Juga: Lisensi Tak Diakui, Perwakilan Indonesia Terancam Absen di Miss Universe 2026

“Yang aku takutkan itu adalah sosial media. Banyak sekali kejahatan yang berasal dari sistem validasi. Oh hari ini aku posting ini, yang like cuma segini. Apa ini artinya? Nggak ada artinya,” tuturnya.

Setelah bertahun-tahun tinggal di luar negeri, Anggun memilih pulang dan menetap di Jakarta.

“Kan ada tuh hashtag ‘kabur aja dulu’. Kan gue udah kabur dulu dan udah lihat di luar tuh kayak gimana. Ternyata di sini jauh lebih oke,” ujarnya. Namun ia menegaskan, “Ini memang tidak ada negara yang sempurna.”

Bagi Anggun, yang terpenting bukan panjang daftar pencapaian, melainkan keberanian untuk terus bergerak dan membuka pintu ketika kesempatan baru datang.

1 2 3

Tags: