Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Rafi Sudirman mendapat kepercayaan besar memerankan sosok Letjen TNI (Purn.) Djamin Ginting dalam film biopik Djamin Setia Selamanya.

Film ini berkisah tentang kepemimpinan dan kepahlawanan Djamin Ginting, putra Tanah Karo yang lahir di Desa Suka pada 12 Januari 1921. Ia kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2014.

Bagi Rafi, memerankan pahlawan nasional itu bukan sekadar peran utama, melainkan juga sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

"Apalagi mama aku dari Medan. Aku merasa, ya ini merupakan balas budi sayalah. Dan alhamdulillah, ini merupakan suatu tantangan dan kesempatan enggak bakal pernah lupain," kata Rafi Sudirman saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026).

| Baca Juga: Marsha Timothy Terbawa Emosi Perankan Karakter Film 'Ibu Bagaimana Aku Tanpamu'

Demi mendalami karakter, Rafi bahkan membuat buku catatan riset yang ia sebut sebagai sejarah tentang Djamin Ginting. Aktor dan penyanyi 22 tahun ini, mempelajari latar belakang pendidikan hingga perjalanan hidup sang pahlawan.

"Pada saat mempersiapkan menjadi Pak Djamin, aku menulis di buku gitu sejarah tentang Pak Djamin. Aku riset seperti belajar sejarah. Aku melihat Pak Djamin punya background ilmu ekonomi yang sama dengan jurusan kuliah aku. Jadi rasanya tuh selaras gitu apa yang diperjuangkan Pak Djamin," jelas Rafi.

Rafi juga berdiskusi langsung dengan keluarga Djamin Ginting, khususnya Riahna Ginting, putri almarhum Djamin Ginting yang bertindak sebagai produser di film ini.

"Aku juga tanya ke Ibu Riahna tentang hubungan Pak Djamin dengan Ibu Likas. Ternyata ibu Likas memang lebih galak daripada Pak Djamin di keluarga. Tapi tanpa adanya Ibu Likas, enggak mungkin ada Pak Djamin yang seperti itu," jelas Rafi.

| Baca Juga: Teaser 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati' Dirilis, Debut Benidictus Siregar Jadi Pemeran Utama

Belajar Dialeg Batak Karo Hingga Latihan Pegang Senjata

Tantangan terbesar datang dari kebutuhan menguasai dialek Batak Karo dan bahasa Belanda yang sebelumnya sama sekali tidak ia kuasai. Meski terbiasa mendengar bahasa Batak Medan dari ibunya, Rafi sempat kaget karena dialek Karo memiliki ritme dan intonasi yang sangat berbeda.

"Mamaku sering banget berbicara bahasa Medan, tapi Medan Toba. Kalau Medan Karo lebih ke Melayu dialegnya. Jadi memang berbeda. Aku dibantu dialeg coach, Pak Choan, dia bilang, 'Oh, kamu harus agak lebih lantang. Kalau bahasa Belanda aku belajar dari Kak Linda," tambah aktor berdarah campuran Medan-Betawi ini.

Selain bahasa, bintang film Rangga & Cinta ini juga berlatih menggunakan senjata bersama tim special effects agar mampu tampil meyakinkan dalam adegan perang.

Rafi menghabiskan sekitar satu bulan penuh untuk mempersiapkan karakter Djamin Ginting. Dalam waktu tersebut, ia menjalani latihan fisik, belajar bahasa, sekaligus berlatih memegang senjata.

"Kurang lebih satu bulan aku latihan fisik, latihan bahasa, dan sekaligus megang senjata juga dengan Mas Erwin dari SFX," jelas Rafi.

Turunkan Berat Badan dan Gelapkan Kulit demi Sosok Prajurit Ideal

Meski tidak mendapat instruksi khusus dari sutradara Rako Prijanto untuk mengubah penampilan, Rafi mengambil inisiatif sendiri agar lebih menyerupai sosok Djamin Ginting. Ia merasa tubuhnya saat itu masih terlalu berisi untuk memerankan seorang pejuang kemerdekaan.

"Saya melakukan diet untuk mengurangi berat badan. Sempat enggak makan gula dan olah raga cardio seperti lari. Saya lupa tepatnya turun berapa, tapi kira kira sampai 10 kilogram saat syuting antara Juli hingga Agustus 2025 lalu," jelasnya.

Tak hanya itu, Rafi juga melakukan tanning agar warna kulitnya terlihat lebih sesuai dengan gambaran seorang tentara yang berjuang di medan perang.

| Baca Juga: Ogah Buang Waktu, Tom Cruise Lakukan Efisien Ekstrim Waktu Makeup Film ‘Digger’

"Aku sampai harus tanning supaya kulitnya bisa seperti pahlawan, tentara gitu," imbuhnya.

Salah satu adegan berkesan saat syuting adalah menjalani adegan perang yang dilakukan di lokasi berlumpur di Pacitan dan Banyuwangi. Rafi mengungkap adegan merayap di lumpur diselesaikan dalam sehari, sementara rangkaian adegan perang membutuhkan waktu sekitar satu minggu.

"Itu di lumpur, tempatnya di Pacitan dan Banyuwangi. Syuting merayap sehari, tapi kalau adegan perang di hutan itu semingguan," kenangnya.

Disutradarai oleh Rako Prijanto, ditulis oleh Titien Wattimena dan Lynda Ulviana, dan diproduksi oleh Erjege Pictures, film ini mengisahkan kehidupan Djamin (Rafi Sudirman) yang lahir pada tahun 1921 dan mengenyam pendidikan di era kolonial Belanda.

Djamin bergabung dengan Gyugun pada masa pendudukan Jepang sebelum menyadari bahwa kemerdekaan harus direbut dengan kekuatan sendiri. Ditemani oleh Likas Tarigan (Claresta Taufan), ia menghadapi berbagai rintangan, pengorbanan, dan memimpin taktik gerilya di Sumatra Utara

Selain Rafi, film yang tayang serentak di bioskop pada 1 Oktober 2026 juga dibintangi Claresta Taufan, Chicco Kurniawan, Jourdy Pranata, Marcell Darwin, hingga Teddy Syach. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: