Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Soroti Cepatnya Isu Kekerasan Seksual Anak

Dikenal vokal menyuarakan kepedulian sosial, Prilly menekankan bahwa muatan isu yang diangkat dalam Memburu Pemangsa teramat krusial untuk dipublikasikan secara masif ke hadapan penonton.

Ia menyayangkan dinamika media sosial saat ini yang.kerap membuat pengawalan kasus hukum terhadap predator anak cepat terlupakan oleh tren baru.

"Isunya sangat penting. Sebenarnya kasus-kasus seperti ini sudah sering disuarakan, tetapi sayangnya beritanya cepat sekali tenggelam. Ketika ada kasus yang viral, biasanya hanya bertahan satu-dua hari atau seminggu, setelah itu tertutup oleh topik viral lainnya," jelas Prilly.

Akibatnya isu kekerasan seksual terhadap anak kerap terlupakan begitu saja karena arus informasi di media sosial sangat deras.

Peraih Piala Citra ini menambahkan bahwa peran masyarakat dan publikasi berkelanjutan sangat dibutuhkan demi keadilan para korban.

"Menjaga atensi publik agar tetap fokus pada penanganan kasus dan pendampingan korban itu cukup menantang dan membutuhkan strategi yang berkesinambungan. Semoga film ini bisa menjadi sarana edukasi dan pengingat agar isu penting ini tidak hanya berlalu begitu saja," tuturnya.

| Baca Juga: Baim Wong Duetkan Prilly Latuconsina dan Davina Karamoy di Film Drama Komedi

Tolak Peran Pengganti untuk Aksi Laga

Menariknya, film ini menuntut ketahanan fisik ekstra melalui rangkaian adegan aksi yang intens.

Prilly membeberkan bahwa hampir seluruh adegan berbahaya ia lakukan sendiri tanpa mengandalkan jasa pemeran pengganti (stuntman).

"Kami jarang sekali memakai stuntman, jujur ya. Kalau adegan aku sendiri, teman-teman nanti bisa lihat bahwa porsi aksinya tidak sebanyak Taskya. Adegan laga aku Yasamin murni tanpa stuntman. Mungkin susah juga ya mencari stuntman yang ukuran tubuhnya sekecil kami berdua," kata Prilly seraya tertawa.

1 2 3

Tags: