Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa aspek realisme tetap diutamakan dalam penyusunan koreografi laga. Ia tidak dituntut menjadi seorang petarung andal, seperti Brina (Taskya Namya) yang di film memiliki dasar bela diri.

| Baca Juga: Oka Antara Marah-marah Honor Ditunggak TV Nasional

Jaga Emosi Lebih Sulit dari Adegan Fisik

Memerankan karakter Cia yang sarat adegan kejar-kejaran dan aksi fisik menguras stamina menjadi tantangan baru bagi Prilly. Tanpa rekam jejak di genre laga, Prilly diwajibkan melakukan latihan fisik intensif sebelum syuting dimulai.

"Untungnya persiapannya kita benar-benar latihan fisik, conditioning gitu-gitu. Kebetulan olahraga aku kebanyakan kardio, jadi pas disuruh latihan baru berasa beratnya," ujar Prilly.

Meski harus menguras tenaga untuk menghafal koreografi laga, Prilly mengungkapkan bahwa tantangan terberatnya justru menjaga kesinambungan rasa dan emosi karakter Cia di tengah kelelahan fisik. Karakter Cia diceritakan memiliki kekhawatiran tinggi dalam melindungi keponakannya, Pandu.

"Aku ngerasa apa pun yang dilakukan Cia bahan bakarnya dari rasa takut keponakannya kenapa-kenapa. Malah menurut aku lebih susah menjaga kontinuitas emosi di tengah adegan fisik yang lumayan berat," pungkas Prilly. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: