Sudah Punya Banyak Tempat Penyimpanan, Rumah Tetap Berantakan? Ini Penyebabnya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google"Pertama tentukan dulu aktivitasnya. Setelah itu baru tentukan barang apa yang kira-kira akan digunakan untuk besok atau yang sekiranya sering digunakan, diletakkan di jangkauan yang mudah. Yang jarang digunakan bisa diletakkan di paling atas," jelas Yusuf.
Untuk rumah dengan lahan terbatas, ruang vertikal seperti dinding, area di atas peralatan, dan sudut ruangan bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan tambahan. Namun Yusuf mengingatkan agar penataan tersebut tidak mengorbankan ruang gerak penghuni, karena rumah tetap membutuhkan area untuk berjalan, memasak, bekerja, dan beraktivitas lainnya.
| Baca Juga: Jangan Biarkan Inspirasi Berlalu! Begini Cara Mengubah Ide Menjadi Karya dengan AI
Situasi menjadi lebih kompleks ketika satu ruang harus menjalankan banyak fungsi sekaligus, atau ketika anggota keluarga memiliki standar kerapian yang berbeda.
Untuk mengatasi hal ini, Yusuf menyarankan sistem penyimpanan yang sederhana dan mudah diikuti bersama, misalnya dengan memberi label pada kotak penyimpanan agar setiap anggota keluarga tahu di mana barang seharusnya berada.
Menurut Yusuf, langkah menata ruang yang terlupakan tidak harus dimulai dengan membeli perabot baru. Cukup dengan menentukan ruang yang ingin ditata, mengenali aktivitas di dalamnya, lalu memilah barang berdasarkan frekuensi penggunaan. Dari situ, baru terlihat apakah rumah benar-benar butuh tambahan penyimpanan atau hanya perlu penataan ulang. "Semakin hari akan semakin berkembang. Solusinya adalah bagaimana memaksimalkan yang ada di dalam rumah kita," pungkasnya. (*)






