Syakir Daulay Dorong Santri Berani Angkat Cerita di Luar Pesantren Lewat Film
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleDorongan tersebut hadir bersamaan dengan penyelenggaraan SANFFEST 2026 yang memasuki tahun kedua. Festival ini mengangkat tema "The Verses in Motion", yang mengajak peserta mengambil nilai dari Al-Qur'an lalu mengolahnya menjadi cerita yang berkaitan dengan kehidupan masa kini.
Tahun ini, SANFFEST membuka tiga kategori kompetisi, yakni Santri Pelajar, Santri Umum, dan Inklusi. Kategori Santri Pelajar memiliki sembilan bidang penghargaan, termasuk skenario, penyutradaraan, sinematografi, penyuntingan, pemeran, hingga film cerita.
| Baca Juga: Film 'Istimewa' Resmi Tayang, Bawa Kisah Anak-Anak Disabilitas ke Layar Lebar
Kategori Santri Umum mencakup penghargaan untuk skenario, penyutradaraan, dan film cerita. Sementara kategori Inklusi menyediakan penghargaan untuk film inklusi disabilitas dan film inklusi daerah 3T.
Selain kompetisi film, tersedia pula penghargaan khusus untuk 20 poster terbaik. Total hadiah yang disiapkan SANFFEST 2026 mencapai Rp415 juta.
Sejumlah nama dari industri perfilman Indonesia juga terlibat dalam penyelenggaraan festival ini, antara lain Tyo Pakusadewo, Mario Irwinsyah, Fajar Bustomi, dan Niniek L. Karim.
Bagi Syakir, keterlibatannya di dunia film juga masih menjadi bagian dari proses belajar. Ia kini telah mencoba berbagai peran di balik layar, termasuk menyutradarai dan memproduseri film.
"Sekarang saya masih belajar. Alhamdulillah sudah menyutradarai, memproduseri, berkecimpung di dunia film, festival film," ucapnya. (*)







