Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Ghina Raihanah Tadjoedin menambah kiprahnya di luar dunia pageant. Top 6 Puteri Indonesia 2024 itu merilis buku perdana berjudul 'Becoming Without Arrival' bertepatan dengan usianya yang genap 25 tahun.

Buku bergenre self-development tersebut diperkenalkan dalam acara peluncuran yang berlangsung di Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum Macan), Jakarta Barat. Bagi Ghina, buku ini menjadi ruang untuk menuangkan berbagai pemikiran yang ia kumpulkan dari perjalanan hidupnya sejak kecil hingga dewasa.

Alih-alih menyajikan panduan pengembangan diri dengan gaya menggurui, Ghina memilih pendekatan yang lebih personal. Ia menggunakan perjalanan menuju kedewasaan sebagai benang merah dalam Becoming Without Arrival.

Menurut Ghina, seseorang sering kali baru merasa pantas menghargai dirinya setelah mencapai ukuran tertentu, seperti kesuksesan atau kondisi finansial yang dianggap ideal. Padahal, masa ketika seseorang masih berproses juga layak diterima dan dihargai.

| Baca Juga: Teaser 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati' Dirilis, Debut Benidictus Siregar Jadi Pemeran Utama

"Kita terbiasa menghargai diri kalau sudah sukses atau kaya, tapi lupa menerima diri saat masih berproses. Padahal proses itu sama pentingnya," ujar Ghina.

Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan melalui gambaran alam dan samudera. Dunia bawah laut yang dekat dengan hobi diving Ghina menjadi salah satu sumber inspirasinya ketika mengembangkan isi buku.

Pengalaman menyelam bahkan ikut menemani proses penyusunan buku tersebut. Ghina mengatakan suasana tenang saat berada di bawah laut membantunya mendapatkan ruang untuk berpikir dan mengembangkan ide.

"Kesulitannya berbeda karena harus lebih kreatif. Aku menyelesaikan buku ini saat diving trip karena aku suka nyelam. Kalau hukum biasanya baca jurnal, kalau ini memang butuh ketenangan," tuturnya.

| Baca Juga: Fatin Rilis Single 'Tidur Siang', Ajak Menikmati Momen Mewah di Fase Dewasa

Latar belakang Ghina sebagai perempuan yang menempuh pendidikan hukum juga membuat proses penulisan buku ini menjadi pengalaman baru. Ia terbiasa dengan jurnal ilmiah dan pola penulisan yang lebih formal, sementara buku tersebut memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi tulisan secara lebih bebas.

Selain tulisan, Becoming Without Arrival dilengkapi artwork bertema laut dari sejumlah kontributor. Ghina juga menyediakan halaman journaling yang dapat digunakan pembaca untuk menuliskan pemikiran atau refleksi mereka sendiri.

Lewat buku pertamanya ini, Ghina ingin mengajak pembaca melihat kehidupan sebagai proses yang terus berjalan. Ia menekankan pentingnya menikmati dan menghargai tahap kehidupan yang sedang dijalani tanpa harus terus membandingkannya dengan pencapaian orang lain.

Peluncuran buku tersebut turut dihadiri Tsania Marwa yang memberikan dukungan kepada Ghina. Tsania mengenal Ghina sejak masih bersekolah dan melihat perubahan yang terjadi dalam diri perempuan kelahiran 19 September 2001 itu.

| Baca Juga: Bebas dari Anxiety dan Panic Attack, Jennifer Coppen Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mental

"Ghina adalah sosok adik yang justru mengajarkan banyak hal. Fun fact-nya, dulu waktu sekolah dia malah minta saya yang menuliskan tugas puisinya. Seiring berjalannya waktu, ambisi dan konsistensinya yang bikin Ghina bisa jadi seperti sekarang. We are so proud of you. Apa pun yang Ghina lakukan, itu semua jadi untaian seni yang akhirnya mewujud buku ini," kata Tsania. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: