Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Warna putih memiliki mekanisme lain. Variasi pada gen KIT berkaitan dengan white spotting, yaitu bagian tubuh yang tidak memiliki pigmentasi sehingga muncul sebagai bercak putih.

Letak dan luas area tersebut dapat berbeda antara satu kucing dan lainnya.

| Baca Juga: Leopardus Tilcayo, Spesies Kucing Baru dari Bolivia Ditemukan Setelah Lebih dari 100 Tahun

Itulah sebabnya, dua kucing dengan warna dasar serupa tetap bisa memiliki “gambar” yang berbeda di tubuhnya. Bahkan dalam satu kelompok saudara, pola bulunya tidak sama.

Ini Termasuk Antropomorfisme?

Ada satu hal yang perlu dibedakan. Ketika melihat bercak bulu lalu menyebutnya alis, kumis, atau hati, itu termasuk cara manusia memberi bentuk atau karakter yang terasa mirip manusia pada hewan.

Dalam psikologi, kecenderungan tersebut disebut antropomorfisme. Namun, motif bulunya sendiri bukan antropomorfisme. Polanya benar-benar terbentuk secara biologis karena genetika dan perkembangan sel.

Greg Barsh, ahli genetika yang meneliti pola bulu kucing, mengatakan kepada Live Science bahwa ilmuwan masih belum mengetahui sepenuhnya mengapa sebagian kucing memiliki bercak sedangkan lainnya bergaris. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: