Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara kerja industri fashion, termasuk dalam proses merancang busana.

Teknologi AI kini mampu mengubah sketsa sederhana menjadi visual desain pakaian yang tampak realistis dalam waktu singkat. Namun, desainer Susan Zhuang mengingatkan, kecanggihan AI tidak sepenuhnya menggantikan kreativitas manusia.

Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat itu menilai penggunaan AI membantu desainer mengembangkan ide, memperlihatkan detail siluet dan material, hingga mendukung proses pembuatan pola busana.

| Baca Juga: Reuni Setelah 2 Tahun, Kanye West Boyong Anak ke Fashion Show Yeezy

Karena itu, Susan mendorong pelaku industri fashion untuk terus mempelajari perkembangan teknologi agar tidak tertinggal. Meski menawarkan kemudahan, Susan menegaskan, AI hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam proses kreatif.

Hasil desain yang dihasilkan teknologi tersebut belum tentu presisi atau sesuai dengan konsep awal. Sehingga tetap membutuhkan keahlian, sentuhan artistik, dan kreativitas desainer untuk menyempurnakannya.

| Baca Juga: Jakarta Fashion Week 2027: Regenerasi Desainer dan Upaya Bawa Wastra Nusantara ke Panggung Dunia

Menurutnya, kemampuan AI menghasilkan visual yang menarik tidak selalu diikuti ketepatan hasil. Desainer tetap memiliki peran penting dalam menentukan arah desain, mengembangkan gagasan, serta memastikan setiap detail sesuai dengan karakter dan kebutuhan rancangan.

“Pada akhirnya, semuanya kembali kepada kreativitas dan kemampuan desainer untuk mengembangkan ide mereka. AI hanya membantu, karena hasilnya juga belum tentu presisi,” katanya.

Kreativitas Desainer Tak Bisa Berhenti Berkembang

Bagi Susan, kemampuan beradaptasi dengan teknologi harus berjalan beriringan dengan semangat melahirkan gagasan baru.

| Baca Juga: Bisakah AI Gantikan Sentuhan Manusia dalam Dunia Fashion? Ini Kata Para Desainer

1 2

Tags: