Ada yang Bermotif Alis dan Hati, Ini Penyebab Bulu Kucing Punya Pola Unik
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Pernah melihat kucing dengan pola bulu yang sekilas mirip hati, alis, kumis, angka, atau bentuk lain? Motif seperti ini memang bisa terlihat sangat rapi hingga membuat orang mengira fotonya diedit.
Pola bulu terbentuk dari cara gen mengatur produksi dan penyebaran pigmen sejak kucing masih berkembang di dalam kandungan.
Warna bulu kucing berasal dari pigmen yang diproduksi oleh sel bernama melanosit. Sementara bentuk polanya dipengaruhi aktivitas sejumlah gen selama perkembangan kulit dan folikel rambut.
Penelitian yang diterbitkan di Nature Communications menemukan bahwa gen Dkk4 berperan dalam pembentukan pola warna pada bulu kucing.
| Baca Juga: Kucing 'Siti' Jadi Bintang Film Meong!, Bawa ITB Raih Penghargaan Festival Internasional
Sebelumnya, penelitian di jurnal Science juga menemukan peran gen Taqpep dalam menentukan variasi pola tabby, termasuk garis dan bercak.
Menariknya, pola tersebut mulai ditentukan sebelum folikel rambut terbentuk. Pada embrio kucing, wilayah kulit yang nantinya menghasilkan bagian bulu lebih gelap dan lebih terang berkembang melalui aktivitas gen yang berbeda.
Karena batas antara area berwarna dan area putih atau warna lain bisa membentuk berbagai kontur, manusia kemudian bisa melihatnya seperti hati atau alis.
Jadi, bentuk hati bukan nama pola genetik khusus. Itu merupakan hasil susunan bercak warna pada tubuh kucing.
| Baca Juga: 5 Alasan Kucing Suka Dielus, Jangan Asal Sentuh Bagian Tubuh Ini!
Apakah Semua Kucing Bisa Punya Motif Unik?
Pada dasarnya, variasi pola dapat muncul pada banyak kucing, tetapi hasil akhirnya sangat bergantung pada kombinasi gen yang mereka warisi.
Gen Taqpep, misalnya, dapat memengaruhi apakah pola tabby terlihat sebagai garis sempit atau bercak dan pusaran. Gen Dkk4 juga memengaruhi ukuran serta jumlah bercak.
Warna putih memiliki mekanisme lain. Variasi pada gen KIT berkaitan dengan white spotting, yaitu bagian tubuh yang tidak memiliki pigmentasi sehingga muncul sebagai bercak putih.
Letak dan luas area tersebut dapat berbeda antara satu kucing dan lainnya.
| Baca Juga: Leopardus Tilcayo, Spesies Kucing Baru dari Bolivia Ditemukan Setelah Lebih dari 100 Tahun
Itulah sebabnya, dua kucing dengan warna dasar serupa tetap bisa memiliki “gambar” yang berbeda di tubuhnya. Bahkan dalam satu kelompok saudara, pola bulunya tidak sama.
Ini Termasuk Antropomorfisme?
Ada satu hal yang perlu dibedakan. Ketika melihat bercak bulu lalu menyebutnya alis, kumis, atau hati, itu termasuk cara manusia memberi bentuk atau karakter yang terasa mirip manusia pada hewan.
Dalam psikologi, kecenderungan tersebut disebut antropomorfisme. Namun, motif bulunya sendiri bukan antropomorfisme. Polanya benar-benar terbentuk secara biologis karena genetika dan perkembangan sel.
Greg Barsh, ahli genetika yang meneliti pola bulu kucing, mengatakan kepada Live Science bahwa ilmuwan masih belum mengetahui sepenuhnya mengapa sebagian kucing memiliki bercak sedangkan lainnya bergaris. (*)







