Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Dukungan datang dari kalangan pengisi suara. Direktur Eksekutif Serikat Aktor Jepang, Yuko Sasaki, menegaskan suara aktor adalah hasil latihan dan pembelajaran bertahun-tahun.

"Kami mendukung Tsuda sepenuhnya," ujarnya. Sasaki bersama sejumlah seiyuu juga meluncurkan kampanye "No More" untuk menentang peniruan aktor lewat AI generatif tanpa izin.

| Baca Juga: Joheirry Mola Jadi Miss World 2026, Sosok Guru dan Jurnalis yang Peduli Pendidikan Anak

Di sisi lain, Kementerian Kehakiman Jepang bulan lalu menerbitkan pedoman yang tidak mengikat secara hukum.

Pedoman itu menyebut suara sebagai "simbol kepribadian" yang dilindungi hak publisitas dan hak atas potret. Namun, belum jelas apakah pedoman tersebut memengaruhi putusan pengadilan.

Profesor kekayaan intelektual Universitas Waseda, Tatsuhiro Ueno, menilai hak publisitas atas suara Tsuda "sangat kecil kemungkinannya" ditolak sepenuhnya. Ia memperkirakan putusan ini akan menarik perhatian internasional, terlebih suara Tsuda lewat peran Nanami, sang penyihir tingkat satu di Jujutsu Kaisen sangat dikenal di Eropa. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: