Kawai Labiba, Denisha Wahyuni dan Fadi Alaydrus Bagikan Fakta Film 'Putri Jangan Gentayangan Lagi'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleMengingat Wira adalah karakter fiktif yang sengaja ditambahkan untuk memperkuat alur cerita, tekanan yang dirasakannya tak sebesar yang dirasakan Kawai. Meski pada awal menerima sinopsis ia sempat merasa terbebani apalagi ini menjadi film berdasarkan kisah nyata pertamanya.
"Sempat mikir, 'Oh begini ya rasanya,' ada deg-degannya. Tapi ketika dikasih tahu Karakter Wira ini diadakan untuk membantu ceritanya jadinya less pressure, lebih fun lagi ngejalaninnya," ungkap Fadi.
Sementara itu, Denisha Wahyuni menerangkan bahwa karakter Alana yang ia perankan juga merupakan hasil adaptasi dan perampingan dari fakta asli.
"Karena kalau di podcast-nya, Kak Putri ini adiknya ada tujuh. Tapi di film kita bikin adiknya hanya dua. Jadi aku punya adik lagi namanya Agnes, diperankan sama Fatimah," papar Denisha.
Denisha turut mengonfirmasi pentingnya kehati-hatian dalam merepresentasikan keluarga korban. Untuk itu, ia sering bertanya ke Mak Eli seperti apa Putri kepada adik-adiknya semasa hidup.
"Mak Eli asli waktu itu juga menceritakan adik-adiknya Kak Putri itu sebenarnya melihat Kak Putri seperti apa. Karena sebagai orang yang memerankan adiknya juga, harus melihat almarhumah Kak Putri itu seperti apa, harus berhati-hati juga karena ada kehidupan orang-orang nyata yang kita libatkan di sini," sambung Denish yang debut di film horor.
Adegan Paling Berkesan
Terkait proses produksi di lokasi syuting, Kawai menyebutkan adegan penjemputan Putri oleh Mak Eli dan Alana—yang sempat terlihat di cuplikan trailer—menjadi momen paling krusial secara dramatis.
| Baca Juga: Dito Darmawan Jalani Makeup Rumit Selama 2 Jam Demi Cosplayer Pocong
"Banyak sih sebenarnya. Mungkin salah satunya yang sudah ada di trailer, yaitu saat Putri dijemput oleh Mak Eli dan Alana. Itu tensi dramanya lumayan tinggi, berada di titik puncaknya di situ. Selain itu, ada satu adegan lagi yang melibatkan perpaduan antara aspek teknis (practical effect) dan emosi drama yang sangat tebal sebagai konklusi film ini," ungkap Kawai.
Bagi Fadi Alaydrus, adegan penutup atau Final Battle menjadi momen yang paling membekas dalam ingatannya.







