Hanna Aretha Debut di 'Empat Musim Pertiwi', Bawa Suara Teman Tuli ke Layar Lebar
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleNamun, untuk kebutuhan karakter Raras, ia harus menggunakan home sign, yakni sistem isyarat yang digunakan secara khusus untuk membangun komunikasi karakter dalam film.
Hanna pun harus mempelajari bentuk komunikasi tersebut agar dapat masuk lebih dalam ke karakter Raras. Pada awalnya, penggunaan home sign membuat Hanna merasa kaku. Namun, seiring proses latihan dan syuting, ia mulai terbiasa.
Bagi Hanna, mempelajari home sign bukan sekadar menghafalkan gerakan tangan. Ia juga harus memahami cara berkomunikasi Raras dan membangun karakter tersebut secara utuh.
"Jadi saya harus belajar masuk ke karakternya Raras, di mana membangun cara berkomunikasi seperti Raras yang menggunakan home sign," lanjutnya.
Bahasa Isyarat yang Disesuaikan Lingkungan
Hanna mengatakan, dirinya bersama Kamila melakukan riset untuk membangun komunikasi Raras secara alami. Riset tersebut, katanya, dilakukan dengan melihat kebiasaan dan lingkungan Raras.
“Dan akhirnya pengembangan karakter dan isyarat itu kita lihat dari kebiasaan Raras. Kita lihat dari kebiasaan Raras dan lingkungannya Raras,” katanya.
Lebih lanjut, Hanna mengatakan, cara komunikasi Raras juga disesuaikan dengan interaksinya bersama ibu, teman, dan orang-orang di desa. Menurutnya, orang-orang di sekitarnya tidak mengetahui maksud komunikasi karakter tersebut.
| Baca Juga: Gayung Bersambut, Trio Bajaj Siap Comeback di Sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ Jilid 20
"Raras ngomong apa, itu orang-orang di sekitar desa tidak tahu. Dan tantangan saya adalah harus benar-benar belajar melepaskan diriku dengan cara komunikasi saya,” ujarnya.
Hanna juga melihat karakter Raras sebagai kesempatan untuk memperlihatkan kepada penonton bahwa teman tuli memiliki emosi, pengalaman, serta kemampuan yang sama untuk berkomunikasi dan dipahami. (*)







