Cara Menata Area Gaming di Ruang Keluarga agar Tetap Rapi dan Nyaman
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Rumah kini tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga ruang untuk bekerja, belajar, dan menikmati hiburan, termasuk bermain gim. Aktivitas ini tidak selalu berlangsung di ruangan khusus dengan komputer dan kursi gaming.
Bagi banyak keluarga, gim dimainkan di ruang keluarga atau sudut kamar tidur yang juga dipakai untuk kegiatan lain.
Masalah muncul ketika perangkat mulai memenuhi ruangan. Misalnya, saat konsol menumpuk di meja televisi, controller terselip di sofa, dan kabel pengisi daya menjuntai ke lantai.
Di rumah berukuran terbatas, kondisi ini membuat ruang keluarga terasa sesak, padahal area bermain tidak boleh mengambil alih ruang untuk berkumpul, bekerja, atau menemani anak.
Interior Design Leader IKEA Indonesia, Muhammad Yusuf Attorik, mengatakan langkah awal adalah mengenali pengguna ruangan.
| Baca Juga: Jangan Tambah Ruang, Ubah Cara Menatanya: Cara Membuat Rumah Kecil Lebih Fungsional
“Sebenarnya, tentukan dulu siapa yang akan menggunakan ruangannya. Dari situ, kita baru tahu apa kebutuhannya. Setelah mengetahui kebutuhannya, barulah kita menentukan penataannya,” ujar Yusuf saat bincang-bincang Game On, Live On, Bermain Senyamannya di Rumah di IKEA Alam Sutra, Tangerang.
Tak Perlu Ikut Tren
Pemain komputer, misalnya, membutuhkan meja dan monitor yang berbeda dari keluarga yang bermain konsol lewat televisi.
Karena itu, penataan tidak perlu mengikuti tren media sosial yang menampilkan ruangan yang dikhususkan untuk gaming. Seperti meja panjang, monitor besar, dan lampu warna-warni.
Semua itu belum tentu cocok dengan luas ruangan, anggaran, dan aktivitas penghuni. Menurut Yusuf, keterbatasan ruang menuntut satu ruangan memiliki beberapa fungsi.
| Baca Juga: Sudah Punya Banyak Tempat Penyimpanan, Rumah Tetap Berantakan? Ini Penyebabnya
“Bisa melalui furnitur, bisa juga melalui pengaturan ruangnya. Jadi, ruang tersebut bisa berubah menjadi area gaming atau kembali digunakan untuk aktivitas biasa,” katanya.
Di kamar tidur, satu sudut dapat dipakai untuk komputer dan meja. Di ruang keluarga, konsol cukup diletakkan dekat televisi tanpa banyak tambahan furnitur, dan tidak menghalangi akses maupun ruang gerak.
Satu furnitur, banyak fungsi
Untuk itu, furnitur multifungsi menjadi pilihan. Meja samping yang mudah digeser bisa menampung controller, ponsel, atau minuman saat bermain, lalu dipindahkan setelahnya. Kursi santai bisa dipakai untuk bermain, membaca, dan menonton televisi.
Sebelum membeli perabot baru, periksa dulu apakah meja televisi dan tempat penyimpanan yang ada sudah memadai. Yusuf menilai furnitur gaming tidak harus selalu tampil seperti arena bermain profesional. “Yang penting, saat digunakan untuk bermain, perabotnya memang mendukung aktivitas tersebut,” kata dia.
| Baca Juga: Belajar dari Hyper Potatoes: Cara Gen Z Tetap Bertumbuh Tanpa Kehilangan Hobi Masa Kecil
Rapi dan Aman
Kerapian juga ditentukan oleh tempat penyimpanan. “Dari riset yang kami lihat, orang-orang ketika bermain game di rumah cenderung menaruh konsol atau perlengkapannya di sembarang tempat. Akhirnya, mereka sendiri kebingungan mencari barang yang dibutuhkan,” ujarnya.
Solusinya, beri tempat khusus bagi setiap perlengkapan, misalnya controller di kompartemen meja atau wadah dekat televisi, serta kabel pengisi daya dan aksesori kecil di kotak penyimpanan.
Kabel perangkat sebaiknya diikat atau dimasukkan ke kotak pengelola kabel. Bila ada anak kecil, kabel, stopkontak, dan perangkat elektronik perlu dijauhkan dari jangkauannya. Dengan sistem ini, ruang keluarga mudah dikembalikan ke fungsi semula setelah bermain.
Kenyamanan dan Pencahayaan
Selain itu, kenyamanan bergantung pada jarak layar dan posisi duduk. Dalam contoh penataan saat diskusi, jarak sekitar 1,5 meter digunakan untuk televisi 55 inci, dengan rentang acuan 1,5 hingga 2,5 meter, meski angka ini bukan patokan mutlak.
| Baca Juga: Galeri Rasa Luncurkan Buku Peracik Rasa, Hadirkan 80 Resep dari 8 Juru Masak
Tinggi meja dan kursi harus memungkinkan pengguna duduk nyaman, dengan sandaran yang menopang punggung, termasuk bagian punggung bawah, tanpa membuat tubuh membungkuk. Yusuf juga mengingatkan, “Utamakan juga istirahat setiap satu jam. Mata perlu beristirahat setelah digunakan menatap layar dalam waktu lama.”
Pencahayaan pun perlu fleksibel karena ruang keluarga dipakai untuk banyak kegiatan. Penghuni dapat memadukan general lighting berupa lampu plafon untuk menerangi seluruh ruangan, task lighting seperti lampu meja untuk membaca atau bekerja, dan mood lighting yang lembut untuk suasana santai.
Ketiganya tidak harus menyala bersamaan. Hindari pula silau dan pantulan pada layar, serta kontras yang terlalu tajam antara layar terang dan ruangan yang gelap.
Manfaatkan Dinding
Untuk menghemat ruang lantai, manfaatkan dinding dan sudut. Rak dinding atau lemari gantung dapat menyimpan aksesori, sedangkan lemari tertutup menyembunyikan perlengkapan yang tidak perlu terlihat.
| Baca Juga: Bukan Sekedar Jago Main Gim, Ini Alasan Tubuh Atlet Esports Harus Dilatih
Interior Designer Specialist IKEA Alam Sutra, Monika Putrihan, mencontohkan ruang keluarga pasangan muda dengan anak perempuan berusia sekitar tiga tahun, yang harus mengakomodasi kebutuhan bermain gim, area bermain anak, dan area kerja orang tua.
“Dari pengguna ruangannya, kita bisa melihat aktivitasnya apa saja. Setelah itu, kita kumpulkan zona aktivitas yang dibutuhkan, baru kemudian menentukan tata letak ruangannya,” ujar Monika.
Yusuf menambahkan, ruangan dapat dibagi berdasarkan fungsi tanpa sekat permanen, dengan area gaming di dekat televisi. Penyimpanan dinding yang tidak terlalu tebal dan meja bersudut membulat juga membantu menjaga ruang gerak dan keselamatan anak.
Karakter gaming tetap bisa hadir sebagai aksen. “Dari sisi interior, kita ingin ada keseimbangan. Beberapa elemen boleh punya karakter yang lebih kuat, sementara yang lain bisa lebih tenang dan menyatu dengan perabot yang sudah ada,” tutur Yusuf.
| Baca Juga: Marshanda Geluti Hobi Berkebun, Bikin Pupuk Kompos Sendiri dari Sisa Makanan
Warna netral seperti putih, beige, atau abu-abu dapat menjadi dasar, lalu karakter gaming dimunculkan lewat bantal, aksesori, karya seni, atau satu furnitur berwarna menonjol. Koleksi controller edisi khusus bisa dipajang di kotak pajangan, sementara aksesori yang sering dipakai tetap disimpan di tempat yang mudah dijangkau.
Kesimpulannya, mulailah dari perubahan kecil sebelum membeli furnitur baru, yakni mengevaluasi tata letak, menentukan tempat penyimpanan, merapikan kabel, menyesuaikan jarak duduk, dan memindahkan furnitur yang jarang digunakan. (*)







