Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Industri kuliner terus bergerak dinamis mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat, pertumbuhan populasi, serta tingginya minat publik terhadap keanekaragaman makanan.

Menanggapi pergeseran tersebut, pakar kuliner legendaris Indonesia, Chef Sisca Soewitomo, membeberkan pandangannya mengenai standar makanan berkualitas dan tren kuliner masa kini.

Hal tersebut disampaikannya menjelang pameran industri makanan dan minuman internasional, SIAL Food & Drinks Indonesia. Dalam perhelatan tersebut, Sisca turut dipercaya menjadi dewan juri kompetisi kuliner yang akan digelar pada 4–6 November 2026 di JIExpo Kemayoran.

Kreativitas Penyajian: Ubah Makanan Tradisional Jadi Menggoda

Chef Sisca menyoroti bahwa ketersediaan bahan baku yang semakin melimpah mendorong munculnya kreativitas para pelaku kuliner. Hidangan tradisional yang semula sederhana kini diubah menjadi sajian berkelas.

| Baca Juga: Galeri Rasa Luncurkan Buku Peracik Rasa, Hadirkan 80 Resep dari 8 Juru Masak

"Semua bahan tuh sekarang ada, jadi kreativitas juga meningkat. Mungkin dia bikin sayur asem, tapi dia bikin jadi menarik. Jadi menggoda selera, orang pengin nyicipi," kata Sisca Soewitomo di sela-sela diakusi Pameran SIAL Food & Drinks Indonesia, di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2026).

3 Syarat Mutlak Makanan Enak

Sebagai juri kompetisi kuliner, Sisca membedakan peran antara penikmat makanan biasa dan penilai profesional. Ia menegaskan bahwa tugas dewan juri adalah menguji seberapa dalam pemahaman peserta terhadap hidangan yang dibuat.

"Kalau juri itu kan kita mencicipi, bukan makan. Mencicipi apa yang ikut lomba. Dari situ kita melihat berapa paham yang dibuat," tegasnya.

Wanita berusia 77 tahun ini pun membagikan formula utama sebuah makanan yang layak dinilai istimewa.

| Baca Juga: Maxime Bouttier Akui Memasak Jadi Love Language di Dunia Nyata

"Pokoknya dalam makanan yang enak harus ada tiga unsur: bahan mudah didapat, mudah membuatnya, dan dengan penampilan yang menggoda selera. Apa artinya? Orang yang melihat pengin nyicipi. Seperti itu," paparnya rinci.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bangga dan memperkenalkan kuliner Nusantara ke kancah global agar semakin diminati masyarakat dunia.

"Dan kita akan berteriak, 'Please come to Indonesia, try the lovely taste of Indonesian cuisine.' Gitu. Bila itu banyak penggemarnya, maka akan top, gitu. Top itu apa artinya? Banyak yang suka gitu, dan dicari orang," tambahnya.

Ketika ditanya mengenai dinamika selera konsumen dari tahun ke tahun, Sisca melihat adanya kecenderungan kuat pada generasi muda yang mencari kepraktisan serta nilai ekonomis.

| Baca Juga: Bukan Sekedar Jago Main Gim, Ini Alasan Tubuh Atlet Esports Harus Dilatih

"Anak-anak sekarang senangnya yang gampang dibuat, yang gampang tidak mahal, dan bisa dimakan ramai-ramai, ya enggak sih?" ungkapnya.

Pameran Internasional Jadi Kunci UMKM 'Naik Kelas'

Mengenai signifikansi ajang berskala internasional seperti SIAL Food & Drinks Indonesia, Sisca menilai pameran dagang merupakan wadah krusial bagi produsen lokal agar produknya tidak hanya dikenal di lingkup terbatas.

"Sebenarnya menguntungkan buat produsen-produsen ini. Kalau enggak, orang enggak pernah tahu produknya. Dia jualan misalnya tempe goreng, ya tahunya ya orang warga situ saja. Tapi kalau dia promo ini di mana-mana, wow, datang ke sini antre yang beli," tutur Sisca.

Ajang industri ini akan menghadirkan lebih dari 500 merek peserta dari 13 negara meliputi Amerika Serikat, Arab Saudi, China, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, Perancis, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.

| Baca Juga: Marshanda Geluti Hobi Berkebun, Bikin Pupuk Kompos Sendiri dari Sisa Makanan

Henri Tan, selaku Managing Director SIAL Network – ASEAN & India, menambahkan, posisi strategis pameran ini di jaringan global SIAL yang telah sukses diselenggarakan di Perancis, Kanada, China, Malaysia, Vietnam, hingga India.

Henri menambahkan, lonjakan industri makanan dan minuman di tanah air terdorong langsung oleh perubahan gaya hidup, peningkatan populasi, dan eksplorasi kuliner yang tinggi.

"Jadi tidak hanya membuka peluang ekspansi bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai pasar tujuan investasi dan perdagangan yang sangat potensial bagi para pelaku industri internasional," tutupnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: