Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Maestro kecantikan Indonesia sekaligus pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggal dunia pada usia 89 tahun, Rabu (14/10/2026). Putra sulungnya, Bryan David Emil Tilaar, mengungkapkan kronologi kepergian sang ibu setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama delapan hingga sembilan hari.

Bryan mengatakan, Martha Tilaar mengembuskan napas terakhir saat sedang beristirahat di rumah sakit pada Rabu pagi. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, tekanan darah almarhumah masih terdeteksi.

"Tensi darahnya masih ada, jadi wafat di dalam istirahatnya. Begitu kurang lebih di jam 06.15 atau 06.20 WIB dibangunkan beberapa kali, sampai dibantu dengan peralatan medis, dikatakan ini sudah tidak ada. Jadi ya sudah pergi," ujar Bryan di rumah duka, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).

Berawal dari Asma, Martha Tilaar Alami Komplikasi Pendarahan

Sebelum meninggal dunia, Martha Tilaar menjalani perawatan intensif setelah mengalami keluhan asma. Bryan menjelaskan, kondisi sang ibu sempat menunjukkan perbaikan selama dirawat di RS Medistra.

| Baca Juga: Martha Tilaar, Pelopor Industri Kecantikan Indonesia, Berpulang di Usia 89 Tahun

Namun, ketika kondisi asmanya hampir pulih, tim medis menemukan komplikasi berupa pendarahan. Menurut Bryan, kondisi tersebut bukan kali pertama dialami ibunya karena pernah terjadi sekitar satu setengah tahun sebelumnya.

"Dari penyakitnya asma, asmanya sudah hampir selesai. Tapi ada seperti pendarahan. Itu memang sudah pernah terjadi satu setengah tahun yang lalu. Memang sudah mau balik ke rumah Bapak di surga," ungkap Bryan.

Kepergian Martha Tilaar meninggalkan duka bagi keluarga, sekaligus bagi dunia kecantikan Indonesia yang selama ini mengenal sosoknya sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan industri kecantikan berbasis kekayaan alam dan budaya Nusantara.

Sempat Rayakan Ulang Tahun ke-89

Kepergian Martha Tilaar terjadi sekitar satu bulan setelah dirinya merayakan ulang tahun ke-89 pada 4 September 2026.

| Baca Juga: Influencer Lari Yoo Ji Won Meninggal Usai Pingsan saat Maraton Seoul Race 2026

Bryan mengenang perayaan tersebut sebagai momen penuh syukur yang digelar oleh Martha Tilaar Group di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Pemilihan lokasi itu bukan tanpa alasan. Martha Tilaar dan mendiang suaminya, Prof. Alex Tilaar, dikenal memiliki kecintaan besar terhadap budaya dan identitas Indonesia.

"Kalau almarhum Ibu dengan almarhum Ayah itu kan sangat Indonesia. Jadi semua yang mengenai Indonesia itu mereka ingin. Kemarin kita syukuran di Taman Mini Indonesia Indah," kenang Bryan.

Perayaan tersebut menjadi salah satu momen kebersamaan keluarga sebelum Martha Tilaar berpulang.

| Baca Juga: Putra Supermodel Cindy Crawford, Presley Gerber Meninggal Dunia di Pusat Rehabilitasi

Jenazah Disemayamkan di Rumah Sesuai Pesan Terakhir

Saat ini, jenazah Martha Tilaar disemayamkan di kediaman pribadinya di Patra Kuningan. Bryan menjelaskan, keputusan tersebut diambil untuk memenuhi pesan terakhir sang ibu yang ingin kembali ke rumah yang dicintainya sebelum dimakamkan.

Rumah itu memiliki makna tersendiri bagi keluarga karena dibangun dan menjadi bagian dari perjalanan hidup Martha Tilaar bersama suaminya.

"Kenapa hari ini persemayamannya ada di rumah, di kediaman? Karena memang pesan almarhumah itu adalah di rumah. Mau balik ke rumahnya dulu, rumah yang dicintai yang dibangun bersama-sama," jelas Bryan.

Dimakamkan Berdampingan dengan Suami

Keluarga berencana memakamkan Martha Tilaar pada Jumat (16/10/2026) di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.

| Baca Juga: Meninggal Karena Kanker Hati, Penulis Jeon Gyeong Cheol Habiskan Sisa Hidup Cari Rumah untuk Putranya yang Autisme

Di tempat peristirahatan terakhir tersebut, Martha Tilaar akan dimakamkan berdampingan dengan suaminya, Prof. Alex Tilaar, serta anak mereka yang telah lebih dahulu meninggal dunia.

Bagi Bryan, pemakaman itu menjadi bagian dari perjalanan terakhir sang ibu untuk kembali berkumpul dengan orang-orang terkasihnya.

"Sudah ketemu almarhum ayah kita, partner in life. Jadi sudah senang bersama almarhum Bapak Alex Tilaar," tutur Bryan.

Kepergian Martha Tilaar menutup perjalanan hidup seorang tokoh yang turut mewarnai perkembangan industri kecantikan Indonesia.

Di tengah duka keluarga, kenangan tentang kecintaannya terhadap Indonesia dan kebersamaannya dengan keluarga menjadi bagian penting dari kisah terakhir sang maestro kecantikan tersebut. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: