Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Dua kucing bersaudara bernama Gary dan Shaggy mencatat sejarah dalam penelitian kesehatan hewan.

Para peneliti Cornell University mengonfirmasi bahwa keduanya mengalami sindrom Marfan, kelainan genetik yang selama ini lebih dikenal pada manusia.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports pada 19 September 2026 ini menjadi kasus pertama yang dikarakterisasi secara molekuler pada kucing domestik.

Gary dan Shaggy Punya Kelainan Genetik Langka

Menurut rilis resmi Cornell University College of Veterinary Medicine pada 22 September 2026, Gary dan Shaggy mulai menarik perhatian sejak masih kecil karena memiliki kaki yang jauh lebih panjang daripada kucing pada umumnya.

| Baca Juga: Dari Downing Street hingga Gedung Putih, 5 Kucing Ini Punya Kehidupan Istimewa

Seiring bertambahnya usia, pemeriksaan dokter hewan menemukan kelainan pada struktur mata serta pembesaran aorta, yaitu pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke tubuh.

Kombinasi gejala tersebut mengarahkan peneliti untuk menyelidiki kemungkinan sindrom Marfan. Pada manusia, kondisi ini diperkirakan dialami sekitar satu dari 4.000 orang.

Apa Itu Sindrom Marfan pada Kucing?

Sindrom Marfan merupakan kelainan genetik yang memengaruhi jaringan ikat, yakni jaringan yang membantu menopang dan menghubungkan berbagai bagian tubuh.

Dampaknya bisa melibatkan tulang, mata, kulit, ligamen, hingga pembuluh darah.

| Baca Juga: Jangan Disepelekan, 5 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Umur Kucing Lebih Pendek

Tim peneliti menemukan perubahan pada gen FBN1 milik Gary dan Shaggy. Gen ini berperan menghasilkan protein fibrillin-1 yang penting untuk menjaga struktur dan kekuatan jaringan ikat.

Shaggy (kiri) dan Gary. Foto: Dok. Nicole Desmond
Shaggy (kiri) dan Gary. Foto: Dok. Nicole Desmond

Hasil pengujian DNA menunjukkan dua kucing tersebut masing-masing memiliki dua salinan gen FBN1 yang mengalami perubahan, satu diwariskan dari setiap induk.

Kondisi ini tergolong tidak biasa karena pada manusia, satu salinan gen yang berubah saja dapat menyebabkan sindrom Marfan.

"Temuan ini memberikan dasar untuk meningkatkan diagnosis dalam kedokteran hewan," kata Dr. Jacquelyn Evans, penulis senior penelitian sekaligus asisten profesor di Cornell University, dalam rilis pada 22 September 2026.

| Baca Juga: Masuk Instagram Taeyong NCT, Kucing Hitam-Putih JPO Ini Mendadak Viral

Menurutnya, penelitian tersebut dapat membantu dokter hewan mengenali kasus serupa dan membuka peluang pengembangan tes genetik.

Mengapa Mata Mereka Tampak Tertutup?

Foto Gary dan Shaggy yang beredar memperlihatkan keduanya dengan mata tertutup atau area mata yang tidak terlihat jelas. Hal ini berkaitan dengan masalah mata yang mereka alami, bukan sekadar ciri penampilan.

Dalam laporan IFLScience pada 29 September 2026, kedua kucing disebut mengalami pergeseran lensa pada kedua mata hingga memerlukan operasi pengangkatan bola mata.

Apakah Gary dan Shaggy Masih Hidup?

Meski mengalami kelainan genetik langka, Gary dan Shaggy berhasil bertahan hingga dewasa.

| Baca Juga: Damkar Kebayoran Lama Evakuasi Kucing Melahirkan yang Terjepit di Redaksi Vivia dan Nyata

Peneliti menduga perubahan gen yang mereka miliki tidak sepenuhnya menghentikan produksi fibrillin-1 sehingga sebagian fungsi normal tubuh masih dapat berlangsung.

Namun, keduanya kini telah meninggal dunia.

IFLScience melaporkan Gary meninggal pada usia lima tahun sepuluh bulan, sedangkan Shaggy mencapai usia tujuh tahun dua bulan. Penyebab spesifik kematian mereka tidak dijelaskan dalam laporan tersebut. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: