Jangan Sampai Salah! Ini 5 Mitos dan Fakta Seputar Jerawat yang Perlu Diketahui
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Jerawat adalah salah satu masalah kulit wajah yang paling sering ditemui. Tak heran apabila muncul sejumlah mitos dan fakta mengenai kondisi tersebut.
Meski umumnya tidak berbahaya, keberadaan jerawat kerap dianggap mengganggu penampilan. Bukan tanpa sebab, selain kerap menimbulkan nyeri, bekasnya pun sulit dihilangkan.
Sejumlah orang pun mencari cara ampuh untuk menghilangkan jerawat, hingga nekat melakukan hal nekat dengan mempercayai mitos yang ternyata tidak sesuai dengan fakta medis.
| Baca Juga: Jangan Asal Pakai! Ini Tips Aman Menggunakan Makeup saat Wajah Berjerawat
Berikut ini mitos dan fakta tentang jerawat, dilansir VIVIA Media dari berbagai sumber.
Menghindari Konsumsi Cokelat dan Kacang
Salah satu mitos-fakta tentang jerawat berkaitan dengan makanan. Konon mengkonsumsi makanan tertentu, seperti cokelat dan kacang, mampu memperburuk kondisi kulit wajah.
Faktanya, mereka yang memiliki kulit berjerawat masih diperbolehkan makan cokelat dan kacang selama masih dalam porsi yang cukup.
Jika ingin mengkonsumsi cokelat, pilih dark chocolate yang rendah gula dan susu. Kandungan gula dan susu dalam produk cokelat olahan itulah yang sebenarnya memicu jerawat.
| Baca Juga: Sama-Sama Cocok untuk Diet, Ini Perbedaan Cheat Meal dan Cheat Day yang Wajib Diketahui
Di sisi lain, lemak baik dalam kacang tidak memicu jerawat. Justru kandungan vitamin E dan selenium di dalamnya bisa bantu melawan bakteri penyebab jerawat.
Pasta Gigi Bantu Mengeringkan Jerawat
Ada juga mitos yang menyebut jerawat bisa cepat kempes dan kering apabila diolesi pasta gigi.
Itu adalah pernyataan yang sangat salah. Kandungan baking soda, hidrogen peroksida atau mentol dalam pasta gigi justru bisa memicu iritasi, merusak skin barrier, dan memperparah kondisi kulit.
Mencuci Wajah Lebih Sering Bantu Sembuhkan Jerawat
Mencuci wajah secara rutin memang efektif membersihkan kulit dari berbagai kuman dan bakteri. Namun melakukannya terlalu sering justru akan membuat kulit kehilangan kelembaban alaminya dan menjadi kering.
Kulit yang terlalu kering justru akan memicu produksi sebum berlebihan. Bukannya sembuh, jerawat justru akan semakin parah.
| Baca Juga: Siapa Fatieh Aton? Selebgram Asal Aceh yang Jadi Pacar Baru Bedu
Wajah Berjerawat Tidak Boleh Pakai Makeup
Tidak ada larangan khusus bagi pemilik kulit berjerawat untuk menggunakan makeup. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan produk riasan.
Selain memastikan bahwa aplikator dan kulit bersih, gunakan plester jerawat (acne patch) untuk menutupi jerawat meradang parah atau yang sudah pecah. Jangan lupa juga langsung membersihkan wajah dengan baik dan benar setelah menggunakan makeup.
Selain itu, usahakan untuk menggunakan produk makeup khusus untuk kulit sensitif dan non-comedogenic guna mencegah munculnya jerawat lain.
Jerawat di Area Tertentu Memiliki Makna Khusus
Mitos dan fakta lainnya terkait dengan kemunculan jerawat di area tertentu memiliki makna khusus.
| Baca Juga: Debut Film Horor, Laura Moane Belajar Jahit demi 'The Doll Ghawiah'
Faktanya, munculnya jerawat tidak berkaitan dengan hal khusus. Pada dasarnya, masalah kulit itu bisa muncul di mana saja apabila pori-pori tersumbat oleh kotoran, minyak, dan bakteri, sehingga menimbulkan peradangan serta infeksi.
Itulah beberapa mitos dan fakta mengenai jerawat yang perlu diketahui. Apabila merasa masalah kulit semakin parah, segera periksakan diri ke dokter alih-alih asal mengikuti tren non-medis untuk menyembuhkannya. (*)







