Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat mencapai sejumlah wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta, pada Jumat (16/10/2026).

Namun, menurut hasil pemantauan pada Sabtu (17/10/2026), sebaran asap mulai bergerak menjauh dari wilayah tersebut.

Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di daerah tempat tinggal masing-masing.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga memberikan imbauan kepada para orangtua terkait bahaya paparan asap karhutla bagi anak.

| Baca Juga: Suarakan Karhutla Kalimantan, Tasya Farasya hingga Andien Mengaku Terkena Shadowban

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI dr. Fifi Sofiah, Sp.A, Subsp Respi(K) menyebut anak-anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan karena sistem penapasan dan kekebalan tubuh mereka masih berkembang.

"Asap kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar 'asap biasa'. Ia mengandung partikel padat, gas, dan cairan hasil pembakaran tidak sempurna," jelas dr. Fifi dalam siaran pers IDAI yang dibagikan kepada awak media, Senin (19/10/2026).

"Mulai dari hidrogen sulfida, sulfur, karbon dioksida, polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH), asam, hingga logam berat seperti silika, tembaga, kadmium, timbal, bromium, zink, dan kalium," tambahnya, membeberkan jenis zat berbahaya yang dimaksud.

Lebih lanjut, dr. Fifi menjelaskan bahwa salah satu komponen yang paling perlu diwaspadai adalah partikel PM2.5 yang berdiameter kurang dari 2,5 mikron.

| Baca Juga: Karhutla Kalimantan Jadi Perhatian Dunia, Leonardo DiCaprio Soroti Nasib Orangutan

Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel itu dapat masuk hingga ke bagian terdalam paru-paru, bahkan menembus aliran darah.

Beberapa risiko gangguan kesehatan yang mungkin menyerang anak, antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gangguan paru-paru kronis, iritasi mata dan kulit, hingga serangan asma.

1 2

Tags: