Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Beauty influencer Tasya Farasya membagikan kabar gembira. Rumah Aman Asap yang didirikannya bersama komunitas Youth Act Kalimantan untuk warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) siap ditempati.

Kabar tersebut diumumkan Tasya melalui unggahan di Threads, Selasa (20/10/2026). Ia mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan seorang staf dari brand kosmetiknya, Mother of Pearl (MOP).

Staf bernama Vita tersebut mengirimkan informasi terbaru mengenai 2 titik Rumah Aman Asap MOP di Kalimantan Tengah yang akan aktif beroperasi mulai 23 Oktober 2026.

"Alhamdulillah Alhamdulillah, good news this morning (kabar baik pagi ini)," tulis Tasya dalam unggahannya.

| Baca Juga: Suarakan Karhutla Kalimantan, Tasya Farasya hingga Andien Mengaku Terkena Shadowban

Tasya Farasya dirikan Rumah Aman Asap. Foto: Dok. tangkapan layar Threads
Tasya Farasya dirikan Rumah Aman Asap. Foto: Dok. tangkapan layar Threads

Seperti namanya, Rumah Aman Asap atau Haze Shelter adalah fasilitas bangunan atau ruang perlindungan yang dirancang untuk menyediakan udara bersih dan aman bagi masyarakat saat terjadi bencana kabut asap.

Youth Act Kalimantan telah mengembangkan fasilitas tersebut sejak 2016 bersama Yayasan Ranu Welum dan jaringan relawan lainnya.

Melansir unggahan akun Instagram @youth_actkalimantan yang dibagikan pada 30 Agustus 2026, Rumah Aman Asap telah diuji oleh UNICEF (Dana Anak-Anak PBB) dan diakui UNDP (Program Pembangunan PBB).

Hingga 8 Oktober 2026, mereka telah mendirikan Rumah Aman Asap di 26 lokasi yang tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

| Baca Juga: Raffi Ahmad Salurkan Bantuan Usai Dikritik Lambat Bersuara soal Karhutla

Tasya Farasya Aktif Bersuara soal Karhutla

Tasya Farasya aktif menyuarakan soal karhutla melalui akun media sosial pribadinya. Ia kerap membagikan ulang unggahan yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan beberapa wilayah terdampak.

Selain melalui media sosial, wanita berusia 34 tahun itu juga menunjukkan kepeduliannya secara langsung dengan mendirikan Rumah Aman Asap atas nama MOP.

Namun, di tengah aksinya menyuarakan keresahan terkait karhutla, ia mengaku terkena shadowban, yakni kondisi ketika jangkauan akun maupun konten media sosial seseorang dibatasi oleh algoritma platform secara diam-diam tanpa ada pemberitahuan resmi.

“Oh, gitu cara mainnya. Shadow banned ya kalau speak up,” tulis ibu dua anak itu di Threads, Jumat (16/10/2026).

| Baca Juga: Pevita Pearce Soroti Kabut Asap di Kuala Lumpur, Singgung Dampak Karhutla Kalimantan

Selain Tasya Farasya, sejumlah selebriti lain juga mengeluhkan hal serupa, di antaranya Andien, Wendi Cagur, dan Jerome Polin.

Wendi mempertanyakan mengapa unggahan soal bencana terasa dibatasi, sementara konten judi online dan pinjaman online menurut pengamatannya masih ramai berseliweran di internet.

Andien mengeluhkan jangkauan akunnya yang dibatasi, padahal ia tengah mempromosikan video klip lagu terbarunya bertajuk ‘Naksir’. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: