Cerita Tarra Budiman Mendaki Rinjani: Jalur Berat, View Sekitar Gunung Bikin Lupa Lelah
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleMeski gagal menyaksikan sunrise tepat dari puncak, Tarra tetap bisa menikmati panorama matahari terbit dari lokasi tempat mereka berhenti.
“Guide kita sudah ngasih tahu kalau, ‘Mas, enggak perlu sampai atas, dari sini kita sudah bisa melihat indahnya sunrise.’ Dan di situ aku benar-benar melihat, aduh, cakep banget,” kenangnya.
Berawal dari Ajakan Teman
Keputusan Tarra memilih gunung-gunung tinggi berketinggian di atas 3.000 mdpl seperti Merbabu dan Rinjani—tanpa mencoba gunung yang lebih rendah terlebih dahulu—rupanya bermula dari ajakan spontan rekan-rekannya di WWF, bersama Delan dan Ryan.
| Baca Juga: Putranya Raih MVP Basket, Shyalimar Malik Menangis Haru
"Alhamdulillah karena diajak sama teman-teman WWF, ada Delan, dan juga ada Ryan. Tiba-tiba diajakin, 'Tar, mau enggak naik gunung? Kebetulan kita bakalan ke Merbabu nih'. Mikir, naik gunung tuh kayak, aku hiking belum pernah kan. Tiba-tiba, ah mungkin ini kali ya, ya sudah cobain deh," kata Tarra.
Beruntung, rutinitas olahraganya selama ini menjadi penolong utama saat melibas medan terjal.
"Untungnya aku juga orangnya suka olahraga. Jadi ketika naik gunung pun, ya dibilang sulit, ya sulit. Tapi untuk fisik enggak begitu sulit, cuman ya mental saja sih kayaknya. Capeknya tertutupi oleh keindahan," tutupnya. (*)







