Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

"Kerikilnya tuh mungkin bukan kerikil kecil, tapi kerikil besar. Jadi begitu kita jalan, naik sekali, turunnya dua kali. Jadi memang mental benar-benar diuji banget. Tapi overall semuanya worth it. Keindahannya ketika kita lihat, capeknya itu semuanya terbayar,” jelasnya.

Keindahan Alam Indonesia Bikin Lupa Lelah

Menghabiskan waktu 3 hari 2 malam di Rinjani, Tarra merasa seluruh rasa letihnya lenyap seketika begitu disuguhi kemegahan alam ciptaan Tuhan. Keindahan yang disaksikannya bahkan melebihi apa yang bisa ia lukiskan lewat kata-kata.

“Mungkin describe-nya seperti ini, ketika lu tahu betapa indahnya alam Indonesia, lu enggak akan tahu lagi yang namanya capek. So, indahnya itu beyond. Saya enggak bisa menceritakan,” ungkapnya.

| Baca Juga: Ananta Rispo, Tarra Budiman dan Dodit Mulyanto Siap Hadapi Pengusaha Tamak di Film 'Ketok Mejik'

Tarra bahkan mengaku masih menyimpan banyak foto dan video perjalanan yang belum sempat dibagikan ke media sosial.

Pengalaman tersebut juga membuatnya menyadari bahwa kekayaan alam Indonesia patut dibanggakan sekaligus dijaga.

"Jadi keindahan alam di Lombok tuh kita benar-benar melihat 360 derajat gitu. Aduh, enggak bisa dibayangin sih. Saya ini di handphone saja masih banyak video dan foto yang belum saya share. Kita tuh harusnya bahagia, bangga, serta menjaga" ucapnya antusias.

Gagal Mengejar Sunrise di Puncak

Salah satu momen yang paling diingat Tarra adalah ketika berusaha mengejar matahari terbit dari puncak Rinjani. Setelah sebelumnya berhasil menikmati sunrise di Gunung Merbabu, ia berharap bisa merasakan pengalaman serupa di Rinjani.

| Baca Juga: Hampir Setahun Vakum Akting, Rama Michael Kini Terjun Jadi Produser Film

Tarra dan rombongan sudah memulai pendakian sekitar pukul 02.00. Namun, hingga pukul 06.00, mereka belum berhasil mencapai puncak. Padahal, menurut perkiraannya, jarak menuju titik tertinggi tinggal sekitar 50 meter.

1 2 3

Tags: