Ketua Komnas PA Kecam Sarwendah dan Ruben Onsu: Saling Serang Tiada Henti di Ruang Publik
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google"Kami adalah pihak yang mau dengan sukarela mau mendamaikan. Karena sesungguhnya, anak itu tidak boleh diperebutkan. Makanya kami menghormati proses peradilan yang sudah terjadi, tentu ya," katanya.
Agustinus juga mendorong Ruben dan Sarwendah fokus memperhatikan buah hatinya. Jangan terus menerus membuat opini, tanpa memikirkan anak mengalami tekanan psikis.
| Baca Juga: Ruben Onsu Ternyata Polisikan Sarwendah Atas Dua Dugaan Tindak Pidana
"Kami mengecam keras kedua belah pihak, apakah Ibu SW atau Bapak RO, yang sudah terus-menerus saling menyerang di ruang publik dan tidak patut dicontoh. Penanganan kasus sengketa di kami yang tadi jumlahnya setiap tahun 1.100 kasus, ini menjadi contoh buruk untuk penanganan kasus-kasus. Nggak tahu kapan akhirnya," sesalnya. Ia juga meminta hal yang sama dilakukan oleh kuasa hukum.
Ditanya lebih lanjut, ketika aksi saling serang Sarwendah dan Ruben Onsu berlanjut, hak asuh keduanya dicabut, Agustinus memilih menjawab normatif.
"Memungkinkan bisa. Kalau negara nanti melihat bahwa sering terjadi, seperti tadi yang saya sebutkan, sering terjadi berulang untuk kekerasan psikis untuk anak. Seperti itu," ujarnya. (*)







