Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Warna Lampu Memengaruhi Suasana Hati

Di sisi lain, memilih lampu tidak hanya soal menerangi ruangan. Warna cahaya berkaitan dengan suasana hati, kenyamanan, hingga produktivitas penghuninya. Menurut Faisal, warna cahaya berkorelasi dengan mood dan tingkat kewaspadaan seseorang.

Cahaya kuning lebih cocok untuk ruang keluarga atau kamar tidur karena menciptakan suasana nyaman dan menenangkan. Sebaliknya, cahaya putih lebih sesuai untuk ruang kerja karena mendukung konsentrasi.

“Untuk ruang keluarga atau kamar tidur, warna kuning lebih disarankan karena spektrum warnanya membantu tubuh lebih rileks. Sebaliknya, warna putih membuat kita lebih terjaga (alert), waspada, dan fokus, sehingga sangat tepat diaplikasikan pada ruang kerja,” papar Faisal.

| Baca Juga: Sudah Punya Banyak Tempat Penyimpanan, Rumah Tetap Berantakan? Ini Penyebabnya

Bagi yang membutuhkan konsentrasi tinggi, ia menyarankan cahaya putih. Pencahayaan kuning yang temaram di ruang kerja justru berpotensi memicu rasa kantuk. “Jika ruang kerja dipasangi lampu kuning yang temaram, efek relaksasinya justru akan memicu rasa kantuk,” jelasnya.

Tips Memilih Watt Lampu agar Tidak Boros

Untuk menentukan daya yang sesuai, konsumen perlu mempertimbangkan luas ruangan dan kebutuhan pencahayaannya. Lampu LED 6 sampai 7 watt umumnya cukup untuk ruang keluarga, sedangkan ruang kerja dapat memakai lampu sekitar 9 watt.

Namun, angka tersebut bukan patokan mutlak. Kebutuhan pencahayaan juga dipengaruhi ukuran ruangan, tinggi plafon, warna dinding, penempatan lampu, serta aktivitas yang dilakukan.

“Pemilihan daya tetap bergantung pada luasan ruangan. Untuk lampu bohlam LED di ruang keluarga, umumnya cukup di kisaran 6 sampai 7 watt. Untuk ruang kerja, idealnya berada di kisaran 9 watt agar pencahayaannya optimal,” tutup Faisal. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: