Lampu Tenaga Surya Kian Dilirik, Warna Cahayanya Pun Bisa Memengaruhi Mood
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kerusakan lingkungan dan penggunaan energi bersih, lampu tenaga surya menjadi alternatif pencahayaan yang kian dilirik. Pemanfaatan energi matahari dinilai mampu memenuhi kebutuhan penerangan, baik di dalam maupun di luar ruangan.
Brand Manager Meval, Muhdi Faisal, menjelaskan bahwa energi bersih dalam konteks ini berarti memanfaatkan tenaga surya untuk kebutuhan rumah tangga hingga penerangan jalan.
“Energi bersih itu adalah bagaimana kita memanfaatkan energi surya (solar energy) untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan penerangan jalan,” ujarnya dalam diskusi tentang penggunaan energi bersih di Homedac 2026, Tangerang, Kamis (22/10/2026).
Salah satu keunggulan lampu tenaga surya adalah tidak memerlukan instalasi kabel listrik yang rumit. Pada lampu jalan konvensional, pemasangan jaringan kabel dan penyiapan infrastruktur kerap menjadi tantangan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau.
| Baca Juga: Jangan Keburu Senang Saat Dapat Kabar Menang Undian, Ini 5 Tips agar Tak Tertipu
“Dengan adanya produk seperti ini, kendala infrastruktur tersebut tidak akan ada lagi. Kita hanya membutuhkan sinar matahari untuk mengisi daya energinya,” kata Faisal.
Tren Pencahayaan Mengarah ke Energi Terbarukan
Faisal memperkirakan tenaga surya akan menjadi salah satu fokus perkembangan industri pencahayaan ke depan. Tren itu sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap energi terbarukan dan teknologi penyimpanan daya.
“Tren pencahayaan ke depan akan berfokus pada pemanfaatan tenaga surya. Tren global saat ini, baik di luar negeri maupun di Indonesia, mulai beralih memanfaatkan energi matahari yang dipadukan dengan penyimpanan baterai litium,” paparnya.
Dari sisi pemakaian listrik, lampu tenaga surya juga tidak mengambil daya dari jaringan listrik konvensional untuk pengoperasian normalnya. Cuaca berawan pun, menurut Faisal, bukan penghalang.
| Baca Juga: Indonesia Punya Kedai Kopi Terbanyak di Dunia, Ini Cara Memilih Kopi yang Cocok untuk Tubuh
“Dalam kondisi cuaca berawan atau mendung sekalipun, panel tetap mampu menyerap radiasi cahaya untuk mengisi daya baterai yang tertanam di dalamnya. Jadi, proses pengisian daya tetap berjalan,” katanya.
Warna Lampu Memengaruhi Suasana Hati
Di sisi lain, memilih lampu tidak hanya soal menerangi ruangan. Warna cahaya berkaitan dengan suasana hati, kenyamanan, hingga produktivitas penghuninya. Menurut Faisal, warna cahaya berkorelasi dengan mood dan tingkat kewaspadaan seseorang.
Cahaya kuning lebih cocok untuk ruang keluarga atau kamar tidur karena menciptakan suasana nyaman dan menenangkan. Sebaliknya, cahaya putih lebih sesuai untuk ruang kerja karena mendukung konsentrasi.
“Untuk ruang keluarga atau kamar tidur, warna kuning lebih disarankan karena spektrum warnanya membantu tubuh lebih rileks. Sebaliknya, warna putih membuat kita lebih terjaga (alert), waspada, dan fokus, sehingga sangat tepat diaplikasikan pada ruang kerja,” papar Faisal.
| Baca Juga: Sudah Punya Banyak Tempat Penyimpanan, Rumah Tetap Berantakan? Ini Penyebabnya
Bagi yang membutuhkan konsentrasi tinggi, ia menyarankan cahaya putih. Pencahayaan kuning yang temaram di ruang kerja justru berpotensi memicu rasa kantuk. “Jika ruang kerja dipasangi lampu kuning yang temaram, efek relaksasinya justru akan memicu rasa kantuk,” jelasnya.
Tips Memilih Watt Lampu agar Tidak Boros
Untuk menentukan daya yang sesuai, konsumen perlu mempertimbangkan luas ruangan dan kebutuhan pencahayaannya. Lampu LED 6 sampai 7 watt umumnya cukup untuk ruang keluarga, sedangkan ruang kerja dapat memakai lampu sekitar 9 watt.
Namun, angka tersebut bukan patokan mutlak. Kebutuhan pencahayaan juga dipengaruhi ukuran ruangan, tinggi plafon, warna dinding, penempatan lampu, serta aktivitas yang dilakukan.
“Pemilihan daya tetap bergantung pada luasan ruangan. Untuk lampu bohlam LED di ruang keluarga, umumnya cukup di kisaran 6 sampai 7 watt. Untuk ruang kerja, idealnya berada di kisaran 9 watt agar pencahayaannya optimal,” tutup Faisal. (*)






