Endy Arfian Ungkap Tantangan Perankan Tokoh Kembar di Film 'Kembar Tak Sama'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Endy Arfian menghadapi tantangan tersendiri saat memerankan dua karakter sekaligus, Bimo dan Raka, dalam film Kembar Tak Sama. Meski digambarkan sebagai saudara kembar, keduanya memiliki kepribadian, latar belakang keluarga, hingga cara merespons situasi yang berbeda.
Untuk mendalami kedua karakter tersebut, Endy mengaku harus mempelajari Bimo dan Raka secara terpisah. Ia juga berusaha menghilangkan karakter alami dirinya agar perbedaan kedua tokoh dapat terlihat jelas di layar.
Endy mengatakan, proses mendalami dua karakter dengan kepribadian berbeda membutuhkan pendekatan khusus. Ia memilih mempelajari satu persatu karakter terlebih dahulu, termasuk memahami hubungan masing-masing tokoh dengan keluarga dan pasangan mereka.
“Kalau aku sih approach-nya satu-satu. Jadi karakter Bimo dulu aku pelajari, baru aku lanjut ke karakter Raka,” ujar Endy ditemui saat syukuran produksi Film Kembar Tak Sama, di Rektorat IKJ, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).
| Baca Juga: Pevita Pearce Bintangi Film Gasigogi, Langsung Yakin Usai Baca Naskah di Pesawat
Setelah merasa menemukan karakter yang tepat, ia kemudian mengunci pendekatan tersebut dan mendalami aspek lain, termasuk relasi antar tokoh.
Menurut Endy, salah satu kesulitan terbesar adalah membedakan cara Bimo dan Raka merespons berbagai situasi. Ia menyadari bahwa karakter alami dirinya berpotensi terbawa ke dalam kedua peran tersebut.
“Menurut aku, apa pun karakter yang aku perankan itu tetap ada nature-nya, yaitu Endy secara natural. Tapi gimana caranya aku harus menghilangkan itu karena harus ada dua karakter yang berbeda dan enggak boleh sama,” jelasnya.
Bimo Ekstrover, Raka Lebih Pendiam
Meski sama-sama digambarkan sebagai saudara kembar, Bimo dan Raka memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Bimo merupakan sosok ekstrover yang kocak, tengil, dan mudah bergaul. Ia memiliki banyak teman serta tidak takut mengungkapkan pendapatnya.
| Baca Juga: Endy Arfian Langgar Pantangan di 'Hungry Ghost Festival', Ungkap Ketakutan Saat Syuting
Sementara itu, Raka cenderung kalem, pendiam, dan introver. Ia juga tidak mudah membuka diri kepada orang lain. Perbedaan karakter tersebut menuntut Endy untuk melakukan pergantian peran secara cepat ketika menjalani proses syuting.
“Ketika eksekusi, harus benar-benar switch, langsung ganti ke karakter. Perubahan karakter itu harus instan, tanpa ada jeda,” ungkapnya.
Aktor 25 tahun ini, menambahkan, kedua tokoh memiliki lapisan emosi dan kedalaman karakter masing-masing. Karena itu, ia mengaku kesulitan menentukan karakter mana yang lebih menantang untuk diperankan.
“Sama dua-duanya, karena semuanya punya layer dan kedalaman masing-masing juga. Jadi sama-sama sulit menurut aku,” katanya.
| Baca Juga: Tika Panggabean Puji Kecerdasan Benidictus Siregar di Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
Bedakan Penampilan hingga Aroma Parfum
Untuk mempertegas perbedaan Bimo dan Raka, Endy tidak hanya mengandalkan ekspresi dan gestur. Ia juga memperhatikan detail penampilan fisik, termasuk gaya rambut dan aroma parfum yang digunakan masing-masing karakter.
Bimo digambarkan memiliki rambut yang lebih berantakan, sedangkan Raka tampil dengan rambut yang lebih rapi. Bahkan, Endy sampai menyiapkan parfum berbeda untuk membangun identitas kedua tokoh tersebut.
“Dari rambut beda, dari wangi beda. Sampai wangi aja, aku sampai beli banyak parfum kemarin. Ini dari usulnya si Zaki, coba beli parfum buat masing-masing karakter,” tuturnya.
Menurut Endy, detail aroma tersebut membantunya membedakan karakter ketika harus berganti peran. Raka menggunakan aroma yang lebih menyengat, sedangkan Bimo memiliki aroma yang lebih biasa.
| Baca Juga: Ini Alasan Jennifer Aniston Masih Raup Ratusan Miliar Rupiah dari 'Friends'
Perbedaan itu juga berkaitan dengan latar belakang keluarga masing-masing tokoh.
Raka berasal dari keluarga yang sangat konservatif sehingga memiliki identitas dan kebiasaan yang berbeda. Sementara itu, Bimo tumbuh dalam keluarga seniman yang lebih ekspresif dan santai.
“Kalau Bimo ini normal aja, karena bapaknya Bimo ini seniman. Jadi mereka ada di keluarga seniman yang lebih ekspresif, lebih santai,” jelasnya.
Merasa Memiliki Sisi Bimo dan Raka
Ketika ditanya karakter mana yang paling menggambarkan dirinya, Endy mengaku lebih dekat dengan Bimo. Namun, setelah mendalami kedua tokoh tersebut, ia menyadari bahwa dirinya juga memiliki sisi yang menyerupai Raka.
| Baca Juga: Omara Esteghlal Tertarik Main di Film Begu Ganjang Karena Konflik Logika dengan Mitos
Bagi Endy, Bimo merepresentasikan kepribadian yang lebih terlihat oleh orang lain, sedangkan Raka menggambarkan sisi dirinya yang jarang diketahui banyak orang.
“Aku personally lebih mirip Bimo. Tapi ternyata setelah aku mempelajari dua karakter itu, aku ada di dua-duanya juga. Cuma mungkin lebih ke alter ego,” ungkapnya.
“Kalau Bimo ini Endy tapi yang tampak di permukaan, kalau Raka ini Endy tapi sisi yang enggak banyak orang tahunya,” pungkas Endy.
Film produksi Kerja Sama Operasional (KSO) antara MBK Productions dan IKJ (Institut Kesenian Jakarta) ini membawa premis cerita krisis identitas yang diproduseri oleh Rendy Gunawan dan Suzen H.R. Tobing.
| Baca Juga: Pernah Jadi Aktivis Kampus, Dian Sastrowardoyo Ungkap Kenangan Masa Kuliah
Film yang menjadi debut sutradara Damar Rizal Marzuki. Cerita berpusat pada Bimo dan Doni, dua saudara kembar yang tidak memiliki kemiripan fisik maupun sifat. Kehidupan mereka menjadi rumit ketika muncul Raka, seorang mahasiswa film yang memiliki wajah identik dengan Bimo meskipun tidak memiliki hubungan kekerabatan.
Selain Endy Arfian, film yang mulai syuting besok Rabu (27/10/2026) juga diperkuat oleh Mahatva Zakie sebagai Doni, Arla Ailani sebagai Maya, Rahel Budiono sebagai Arlin, Mathias Muchus sebagai Pak Felix, Maya Wulan sebagai Bu Riana, Septian Dwi Cahyo sebagai Pak Firman, Natalie Sarah sebagai Bu Santi hingga Sita Permata Sari sebagai Hanun. (*)







