Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Bagaimana jika seseorang harus bekerja menghidupi keluarga, tetapi tak ingin meninggalkan panggung yang menjadi bagian hidupnya? Konflik itulah yang diangkat dalam Menanggung Dua Panggung, pertunjukan musikal di Galeri Indonesia Kaya yang memadukan cerita, lagu, dan gerak untuk menggambarkan benturan antara tuntutan hidup dan mempertahankan mimpi.

Tokoh utamanya, Ranting, adalah pemain Teater Jalar yang selama ini menjalani impiannya sebagai pemeran utama. Setelah lulus kuliah, ia harus bekerja karena menjadi tulang punggung keluarga. Di tengah dua tuntutan yang sama-sama menuntut komitmen, Ranting mulai mempertanyakan apakah sorotan panggung benar-benar menentukan nilai dirinya.

Pergulatan itu menyentuh soal identitas dan arti keberhasilan ketika seseorang tak sepenuhnya bebas menentukan jalan hidupnya.

| Baca Juga: ADA Band Terlibat di Konser Simfoni, Melawan Kanker lewat Kesadaran dan Kepedulian

Tujuh Lagu Mengiringi Pergulatan Tokoh

Berdurasi sekitar 60 menit, pertunjukan ini memakai format musikal jukebox, yakni merangkai cerita melalui lagu-lagu yang sudah ada.

Ada tujuh lagu yang dipakai, di antaranya Semua Ini Untuk Apa karya Donne Maulana, Makin Lelah karya Payung Teduh, dan Melukis Senja karya Budi Doremi. Lagu-lagu itu dipadukan dengan naskah orisinal, sehingga konflik disampaikan lewat percakapan sekaligus musik dan ekspresi di atas panggung.

Naskahnya ditulis Aprillia Ramadhina dan Jessica Gabriella, peserta Ruang Kreatif Penulisan Naskah Teater Musikal, dengan bimbingan penulis profesional Widya Arifianti.

Aprillia pernah menulis naskah musikal Anugerah Terindah bersama Agus Noor, sementara Menanggung Dua Panggung menjadi debut Jessica sebagai penulis musikal.

| Baca Juga: Drama Musikal Sirena Tampil Memukau, Rara Sudirman hingga Penyandang Disabilitas Berbagi Panggung Penuh Makna

Dari Naskah hingga Koreografi

Di balik panggung, Aldafi Adnan bertindak sebagai sutradara, Mariska Setiawan sebagai pengarah vokal, dan Ayu Gurnitha sebagai koreografer. Ketiganya alumni program Intensif Musikal Budaya yang kembali terlibat dalam proses kreatif.

1 2

Tags: