Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Komunitas pelestari budaya Puri Aksara Rajapatni menunjukkan komitmen kuat dalam merawat warisan leluhur, khususnya aksara Jawa, di era modern.

Hal itu terlihat dalam penyelenggaraan ‘Javanese Script Writing Competition’ alias Lomba Menulis Aksara Jawa yang digelar untuk merayakan Bulan Bahasa dan Sastra serta Hari Sumpah Pemuda 2026.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Panca Wilaka, Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya pada Minggu (25/10/2026) itu menjadi wadah unjuk gigi pelajar dan pegiat budaya dari berbagai daerah di Jawa Timur.

| Baca Juga: Tak Hanya Produk Fisik, Jasa Profesional Indonesia Siap Menembus Pasar Dunia Lewat INASA

Ketua Panitia sekaligus Ketua Puri Aksara Rajapatni, Nanang Purwono, mengungkap kegiatan tersebut adalah bentuk kepedulian komunitasnya terhadap kelestarian aksara Jawa yang kini terasa asing.

“Aksara Jawa ini kan terhitung aksara yang masih langka di Surabaya, termasuk di Jawa Timur secara umum,” ujarnya kepada VIVIA Media.

“Aksara Jawa itu kan sekarang bagaikan aksara asing, yang lebih asing dari aksara asing. Kita banyak mengetahui dan belajar aksara China, aksara Jepang, tapi pada aksara sendiri seolah asing,” lanjutnya.

Melalui penyelenggaraannya yang ke tiga ini, Nanang bersama komunitasnya bertekad melestarikan dan mengembalikan kejayaan aksara nusantara sebagai identitas budaya bangsa.

| Baca Juga: Emak-emak Finish 10K Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 dengan Kostum Seberat 7 Kilogram

“Jadi ini adalah upaya agar kita lebih mengenal budaya dan identitas kita, salah satunya lewat festival dan lomba seperti ini,” ucapnya.

Nanang menerangkan, antusiasme peserta tahun ini terbilang tinggi dan beragam. Peserta tidak hanya datang dari kalangan pelajar, tapi juga umum.

Tercatat ada 160 peserta yang meramaikan acara ‘Javanese Script Writing Competition’, di mana beberapa di antaranya datang jauh-jauh dari Ponorogo.

1 2

Tags: