Taskya Namya Nangis saat Jalani Adegan Kekerasan Seksual di 'Rambut Sewu: Satu Langkah Getih'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Melakoni adegan emosional dalam sebuah film terkadang meninggalkan kesan mendalam bagi aktor yang memerankannya. Hal itu juga dialami Taskya Namya saat menjalani proses syuting film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih.
Dalam film produksi Mika Entertainment yang disutradarai Hanny R. Saputra tersebut, Taskya memerankan Marni, seorang perempuan dengan keterbatasan fisik yang rela berkorban demi keluarganya.
Salah satu adegan yang paling berat bagi Taskya adalah ketika karakternya mengalami kekerasan seksual. Aktris 32 tahun ini mengaku kesulitan secara emosional saat menjalani adegan tersebut.
Bahkan, ia tak kuasa menahan tangis hingga harus ditenangkan oleh asistennya setelah proses pengambilan adegan berlangsung.
| Baca Juga: Taskya Namya Ungkap Sisi Emosional Jadi Perempuan Tertindas di Film Rambut Sewu
"Ada satu adegan yang membuat aku jujur sesak banget, yaitu adegan pemerkosaan. Jujur, aku pribadi menjalankan adegan itu sangat berat," kata Taskya Namya saat ditemui di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
Karena adegan itu secara emosional maupun fisik dirasanya terlalu berat sehingga usai beradegan ia bahkan tak berhenti menangis.
"Aku nangis enggak berhenti sampai asistennya harus mencoba menenangkan diri karena aku nangisnya berontak banget, karena aku sangat tidak suka ada di momen itu," ungkap Taskya.
Pengalaman tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Taskya karena ia harus menyelami kondisi emosional Marni yang mengalami pelecehan, sekaligus berjuang menghadapi berbagai kesulitan dalam hidupnya.
| Baca Juga: Taskya Namya, Wavi Zihan, Hingga Yusuf Mahardika, Alami Teror Nyata Saat Syuting 'Rambut Sewu'
Didampingi Intimacy Coordinator Selama Syuting
Di tengah beratnya proses tersebut, Taskya mengapresiasi dukungan tim produksi, terutama Runny Rudiyanti yang bertugas sebagai intimacy coordinator. Kehadiran tim pendamping dinilai penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan dirinya selama menjalani adegan sensitif.
"Tapi terima kasih buat timnya Runny sebagai intimacy coordinator, sudah sangat menjaga aku," ujarnya.
Taskya juga menyadari bahwa pengembangan karakter Marni tidak bisa dilepaskan dari peran karakter lain yang terlibat dalam cerita. Menurutnya, dukungan dari rekan sesama pemain dan tim produksi turut membantunya melewati proses syuting yang penuh tantangan.
"Karena buat karakter Marni tidak akan sempurna kalau tidak ada Sundari dan Wulan. Mereka adalah ibu dan adik aku di film ini," ujar kekasih Ari Irham ini.
Berusaha Memahami Luka Batin Marni
Untuk mendalami karakter Marni, Taskya berusaha menempatkan dirinya dalam situasi yang dialami tokoh tersebut. Ia mencoba memahami perasaan tidak aman, perjuangan untuk keluarga, hingga luka batin yang muncul setelah mengalami pelecehan.
"Iya, karena ada rasa sensitif dan traumatis. Aku mencoba memosisikan sepatuku ada di posisinya Marni, di mana dia merasa insecure, harus berjuang untuk keluarganya, tapi dilecehkan. Jadi sangat campur aduk di hati dan kepalanya dia," tutur Taskya.
Meski harus melewati pengalaman emosional yang berat, Taskya mengaku bersyukur karena mendapat dukungan dari para pemain lain dan tim produksi.
"Tapi aku happy banget di-support sama karakter lain dan tim. Karena Marni itu punya flashback yang menguras emosi. Permainannya itu ada rasa, karena dia merasa tidak pernah diterima oleh orang-orang. Dia selalu merasa ditindas, begitu pun keluarganya," papar Taskya.
| Baca Juga: Wavi Zihan Ungkap Dukungan Sang Suami Jaz Hayat bagi Kariernya
Kisah berpusat pada Wulan (Wavi Zihan), perempuan muda yang pindah ke sebuah rumah tua bersama ibunya, Ratih (Ruth Marini), setelah mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik.
Namun, rumah tersebut justru menjadi awal dari berbagai kejadian misterius. Wulan menemukan sejumlah jejak penghuni sebelumnya, termasuk foto seorang perempuan bernama Sundari yang memiliki kemiripan wajah dengannya. Gangguan demi gangguan kemudian mulai dialami Wulan.
Di tengah teror tersebut, ia perlahan menemukan kisah kelam Marni (Taskya Namya), perempuan yang mengalami penderitaan panjang hingga akhirnya terjerumus dalam sebuah ritual yang membawa tragedi besar.
Misteri mengenai Nyi Wengi dan Dhandhang Gendhing pun perlahan terungkap. Wulan akhirnya harus menghadapi ancaman dari masa lalu yang ternyata belum benar-benar berakhir.
| Baca Juga: Debut Garap Kisah Unik Film 'Kembar Tak Sama', Sutradara Libatkan Mahasiswa IKJ
Rambut Sewu: Satu Langkah Getih yang mulai tayang 5 November 2026, dibintangi Taskya Namya sebagai Marni, Wavi Zihan sebagai Wulan-Sundari, serta Yusuf Mahardika sebagai Damar.
Film ini juga diperkuat sejumlah pemain pendukung, di antaranya Donny Alamsyah sebagai Suradi, Sadana Agung sebagai Tedjo, Bonar Manalu sebagai Bonar, Yewen sebagai Pieter, Ivonne Dahler sebagai Minarti, dan Ihsan Tarore sebagai Ustaz. (*)







