Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Di atas kain yang dibentangkan, gunting kecil membuat lubang demi lubang. Setelah itu, setiap tepi kain dijahit dan disambungkan dengan teliti hingga membentuk motif kerancang. Proses yang tak bisa diselesaikan secara terburu-buru inilah yang ingin terus dipertahankan desainer Vielga Wennida, di tengah industri fashion yang semakin mengandalkan kecepatan dan teknologi.

Bagi Vielga, mempertahankan bordir manual bukan sekadar menjaga detail yang memperindah kebaya. Ada keterampilan yang harus terus diwariskan dan lebih dari 200 perajin yang menggantungkan penghasilan pada pekerjaan tersebut.

Di tengah industri fashion yang bergerak semakin cepat, ia berusaha memastikan teknik yang membutuhkan ketelitian dan waktu itu tidak tersingkir oleh tuntutan produksi massal.

Sejak merintis Roemah Kebaya Vielga pada 2010, ia konsisten menggunakan bordir manual, termasuk teknik kerancang yang menghasilkan lubang-lubang dekoratif pada kain. Usaha yang berawal dari bisnis bordir dan kebaya milik ibunya itu kemudian dikembangkan melalui eksplorasi desain, motif, dan warna agar tetap relevan dengan selera perempuan masa kini.

| Baca Juga: Dior hingga Chanel, Adu Gaya Pemain Sepak Bola di Karpet Merah Ballon d'Or 2026

“Bordir manual itu konsep saya banget. Saya ingin menunjukkan bagaimana kami harus bertahan dengan bordir manual ini, karena banyak perajin kita yang menggantungkan hidup pada pekerjaan membordir,” ujar Vielga saat ditemui di stan Roemah Kebaya Vielga dalam DEWI’S LUXE MARKET, rangkaian Jakarta Fashion Week 2027, di Pondok Indah Mall 3, Jakarta, pada Senin (26/10/2026).

Kerancang, Detail yang Tidak Bisa Dikerjakan Sembarangan

Teknik kerancang menjadi salah satu bagian paling menantang dalam proses pembuatan kebaya Vielga. Berakar dari tradisi bordir Sumatera Barat, teknik ini membutuhkan ketelitian tinggi karena perajin tidak sekadar menyulam benang di atas kain, tetapi juga membentuk motif dengan melubangi kain secara manual.

Setelah bagian tertentu digunting, tepinya harus dijahit dengan cermat, lalu disambungkan satu per satu hingga membentuk pola yang rapi.

“Awalnya kain itu belum bolong. Kain dimasukkan ke pembidang, kemudian digunting sampai terbuka. Setelah itu, bagian-bagiannya dijahit dan disambungkan satu per satu. Itu salah satu alasan pengerjaannya membutuhkan waktu,” kata Vielga menjelaskan proses kerancang.

| Baca Juga: Jennifer Bachdim Terlibat di Miracle Runway, Sebut Usia Bukan Alasan Berhenti Mencoba Hal Baru

Kerumitan tersebut membuat setiap tahap pengerjaan harus dilakukan dengan hati-hati. Kesalahan kecil dapat memengaruhi bentuk motif, bahkan merusak kain yang sedang dikerjakan. Tantangannya pun bertambah karena setiap jenis kain memiliki karakter berbeda dan membutuhkan perlakuan khusus.

1 2 3

Tags: